PT Rifan Financindo – JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat kembali pada perdagangan pagi ini. Rupiah berada pada level Rp13.088 per USD.

Analis MNC Securities Victoria Venny mengatakan, sentimen tax amnesty atau pengampunan pajak menjadi faktor penguatan Rupiah belakangan ini. Pasalnya, pasar merespons positif kebijakan tersebut yang berdampak pada sektor finansial.

“Kondisi investasi di luar sana tidak sebagus di Indonesia. Mereka melihat ada tax amnesty, dananya bisa masuk semua nih ke perbankan. Jadi capital inflow ke kita membuat investor luar memasukkan dananya ke dalam negeri,” ungkap dia kepada Okezone di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

[ Baca juga: Tax Amnesty Buat Uang Ngalir ke RI, Pasar Merespons Baik]

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, bergerak menguat 32 poin atau 0,24 persen ke Rp13.088 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.081-Rp13.107 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 52 poin atau 0,4 persen di level Rp13.063 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah di angka Rp13.047 per USD hingga Rp13.115 per USD.

(rai)

Sumber : okezone

Riset Saham MNC Securities: IHSG Akan Bergerak di 5.054-5.138

JAKARTA – Hari ini berbagai sentimen mulai dari reboundnya harga minyak mentah, ekspektasi membaiknya earning and revenue emiten, dipertahankannya suku bunga rendah, serta tetap dikucurkannya paket stimulus baru oleh beberapa Bank Sentral menjadi penggerak pasar saham global.

Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan beberapa sentimen positif tersebut menjadi faktor Dow Jones kembali menguat dan mencetak level tertinggi baru setelah ditutup naik 0,66 persen, di tengah sepinya perdagangan.

Menurutnya, kombinasi penguatan Dow Jones serta masih derasnya capital inflow mengantisipasi taax amnesty menjadi faktor pasar saham Indonesia akan kembali menguat.

“Turunnya harga emas, CPO di tengah terus meningkatnya kredit bermasalah alias NPL sektor UMKM, dimana berdasarkan data OJK per April 2016 mencapai 4,59 persen, nyaris mendekati batas aman NPL, menjadi sentimen penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Dia melanjutkan, pola three outside up terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya penguatan hari ini. “IHSG akan bergerak dalam kisaran 5.054-5.138,” lanjut dia.

(mrt)

Sumber : okezone