JAKARTA Nilai tukar Rupiah pada jelang akhir tahun kemarin sempat mengalami pelemahan. Namun di awal tahun ini diyakini Rupiah dapat berbalik arah menuju zona positif.

Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada, mengatakan kenyataan yang harus diterima oleh Rupiah di mana potensi laju penguatan jelang akhir tahun harus terganjal dengan mulai kembali naiknya laju dolar AS. Hal itu dikarenakan imbas pelemahan harga minyak mentah yang juga berimbas pada penurunan sejumlah harga komoditas.

“Tapi kami berharap di awal tahun dapat menjadi momentum pembalikan arah menguat bagi Rupiah. Laju Rupiah di bawah target support Rp13.666,” kata Reza dalam risetnya, Senin (4/12/2015).

Menurutnya, meski harga minyak mentah sudah mulai kembali naik namun, laju dolar AS belum menunjukkan penurunan. Hal itu menjadi penahan bagi mata uang garuda untuk dapat beranjak dari teritori negatif.

“Akibatnya laju Rupiah harus puas mengakhiri 2015 di zona merah, berbeda dengan laju IHSG yang menguat di hari terakhir perdagangan di 2015. Melemahnya euro, dolar New Zeland, yen Jepang, dan India rupee turut berimbas negatif pada laju Rupiah,” pungkasnya.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/04/278/1279983/rupiah-masih-dihadang-keperkasaan-dolar-as