JAKARTA Nilai tukar Rupiah hari ini diyakini akan mampu bergerak di teritori positif. Diprediksikan di awal pekan ini Rupiah akan berada pada level support Rp13.094 per USD dan resistance Rp13.077 per USD.

Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, saat ini laju mata uang dolar Amerika Serikat (USD) dalam jalur penguatan. Pasalnya dolar AS didorong oleh sentimen pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan melemahnya Yuan.

Namun dirinya yakin mata uang Garuda akan tetap menguat dengan sokongan sentimen dari kenaikan harga komoditas. Hal itu sudah terbukti dari perdagangan pekan kemarin.

“Badan Administrasi Informasi Energi (EIA) merilis, konsumsi bensin di AS berada di dekat level tertinggi sejak September 2015 dalam empat minggu terakhir. Sementara output minyak tetap di level terendah sejak November 2014,” terangnya dalam riset NH Korindo Securities, Senin (14/3/2016).

Terlebih lagi, lanjut Reza, pada akhir perdagangan kemarin, Gubernur ECB Mario Draghi mengatakan pihaknya sepertinya tidak akan kembali menurunkan suku bunga. Hal itu membuat laju Euro kembali naik terbatas.

“Sementara, dari dalam negeri, rilis kenaikan pertumbuhan retail sales YoY dari 11,4 persen menjadi 12,5 persen turut mendukung peningkatan laju Rupiah,” pungkasnya

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/14/278/1335023/rupiah-ditaksir-menguat-di-kisaran-rp13-077-rp13-094