JAKARTA – Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan masih belum mampu keluar dari tekanan. Pasalnya hingga saat ini belum ada sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri yang bisa menjadi penopang penguatan Rupiah.

“Penguatan yang kami perkirakan sifatnya masih hanya sementara seiring penurunan harga minyak yang berimbas pada komoditas lainnya akan ikut menekan mata uang yang berbasis komoditas seperti Rupiah,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Selasa (19/1/2016).

Sehingga, para pelaku pasar khususnya dalam negeri cenderung wait and see atas kondisi yang terjadi. Belum lagi Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunganya yang cukup mempengaruhi kondisi mata uang Garuda.

Berdasarkan hal tersebut, Reza melihat Rupiah saat ini sedang mencoba untuk menguji level support-nya di Rp13.910 per USD dan resistance Rp13.870 per USD. “Namun berpeluang kembali melemah sehingga menembus support. Tetap perhatikan sentimen yang ada,” jelasnya.

Pada perdagangan kemarin, Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 4 poin atau 0,03 persen. Adapun pergerakan Rupiah hari ini, berada pada kisaran Rp13.901-Rp13.974 per USD.

Sedangkan yahoofinance mencatat, Rupiah pada perdagangan global menguat 60 poin atau 0,42 persen. Adapun tingkat paling tinggi Rupiah berada di kisaran Rp13.910 per USD. Sementara angka yang tertinggi berada di Rp13.985 per USD.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/19/278/1291478/rupiah-belum-miliki-sentimen-positif-untuk-menguat