PT Rifan Financindo – JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kapasitas tangkap di wilayah Natuna. Salah satunya adalah dengan memboyong 400 kapal dari wilayah Pantura ke Natuna.

Mantan Menko Perekonomian ini bilang, selama ini perairan Natuna dijajah oleh kapal asing. Untuk itu, diperlukan langkah khusus agar industri perikanan dia Kepulauan Natuna bisa berkembang.

“Natuna memang wilayah perikanan gemuk, ikannya bagus-bagus, kami tidak ingin kembali ke rezim yang lama kapal pencuri ikan yang masuk, kita ingin meningkatkan kapasitas nelayan nasional, kami akan memindahkan sekitar 400 kapal ikan tradisional yang di atas 30 Gross Ton (GT),” papar Rizal di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (13/7/2016).

Dia bilang, banyak kapal kayu milik nelayan pulau Jawa berukuran 100 sampai 150 GT yang bisa dipindahkan ke perairan Natuna. Kapal-kapal tersebut berasal dari Banten, Muara Karang, Muara Angke hingga Jepara.

“Selama ini mereka tidak mendapat hak menangkap ikan di Natuna. Sekarang kita kasih, supaya mereka nangkap di sana, dengan kita lakukan ini kapasitas tangkap akan naik 40 persen dalam waktu kurang dari satu tahun,” tambahnya.

Pemindahan kapal ini, lanjut dia, merupakan strategi yang taktis. Pasalnya, jika kapal berukuran 30 GT ke atas dipindahkan ke Natuna, kapal kecil di Pantura bisa lebih leluasa mengambil ikan.

Pemerintah juga akan menyiapkan tempat penyimpanan ikan (cold storage) untuk menampung hasil tangkapan nelayan di Natuna. Tidak hanya itu, ikan tangkapan juga akan dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang kini tengah dibangun.

“Ikannya pun dijual ke kota-kota ikan. Nanti Kita bangun cold storage, dan TPI yang terbesar di ASEAN,” tukasnya.

(rzy)

Sumber : Okezone