PT Rifan Financindo – JAKARTA – Laju Indeks Harga Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan melanjutkan pelemahan yang terjadi sejak penutupan pada akhir pekan kemarin.

Analis ReLiance Securities Lanjar Nafi menjelaskan, secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola dark cloud cover dengan bearish momentum dibarengi dead-crossnya indikator stochastic pada area overbought.

“Momentum dari Indikator RSI pun terlihat bearish reversal dengan peluang pelemahan yang cukup besar. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan melanjutkan tekanan dengan range pergerakan 5.100-5.215,” terangnya dalam riset, Senin (25/7/2016).

Kondisi tersebut juga didukung dengan kondisi pasar modal global yang juga tengah melesu. Tercatat bursa Asia mayoritas terkoreksi di akhir pekan.

“Kekecewaan investor yang telah menjual yen terhadap Komentar Kuroda mengenai ketidakmungkinan mengadakan stimulus helikopter uang menjadi pemicu pelemahan bursa di Jepang,” imbuhnya.

Bursa Eropa juga bergerak terkonsolidasi yang mulai memperpanjang pelemahan. Tren negatif di benua biru ini seiring harga komoditas yang mulai menurun di tengah tanda-tanda bank sentral di Jepang menjadi waspada dalam memperluas stimulusnya.

“Beberapa perusahaan besar di Eropa melaporkan kinerja tengah tahun yang di bawah estimasi. Sentimen selanjutnya pada minggu depan di antaranya beberapa data ekonomi Jepang seperti aktivitas export impor dan indeks kepercayaan konsumen sebagai tolak ukur stimulus yang akan diberikan BOJ,” pungkasnya.

(rai)

Sumber : Okezone

Riset Saham MNC Securities: IHSG Masih Rawan Profit Taking

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup berhasil menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Penguatan tersebut terjadi setelah Laporan Keuangan (LK) beberapa emiten tercatat di atas ekspektasi.

Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan selain membaiknya laporan keuangan beberapa emiten, menguatnya data PMI Flash Index pada Juli ke level 52,9 dari 51,3 menjadi faktor yang membawa wall street menguat.

Dia melanjutkan, minggu ini, selain menunggu data pertumbuhan ekonomi di kawasan Inggris, juga ada data US Durable Goods Orders, Consumer Confidence, suku bunga The Fed pada FOMC, Personal Consumption dan juga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Senin ini IHSG akan cenderung turun merujuk tipisnya kenaikan Dow Jones pada akhir pekan kemarin,” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Sementara di dalam negeri, kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) minggu lalu diiringi Net Buy Asing Rp1,97 triliun, membuat Net Buy Asing secara year to date (YTD) mencapai Rp21,65 triliun.

“Pola Three Inside Down di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya profit taking. IHSG akan bergerak di 5.148-5.232,” tambah dia.

(mrt)

Sumber : Okezone