JAKARTA – Jatuhnya harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) membuat Dow Jones (DJIA) dilanda profit taking. Selain itu, statement New York Fed Pesident William Dudley bahwa The Fed akan tetap konsisten melakukan normalisasi Fed Fund Rate.

Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan mengecewakannya Non-farm Productivity yang turun 3 persen di kuartal IV-2015, serta turunnya data Factory Order Desember sebesar 2,9 persen menjadi faktor DJIA ditutup hanya naik 79,92 poin atau 0,49 persen.

“Kombinasi kenaikan EIDO, DJIA di tengah kejatuhan WTI crude oil, Net Sell Asing dan penantian data GDP kuartal IV-2015 yang diperkirakan sekitar 4,8 persen, sehingga GDP 2015 diperkirakan 4,73 persen, menjadi faktor IHSG berpeluang naik, tetapi waspada aksi profit taking,” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 69 poin atau 1,52 persen ke 4.665. IHSG mengakhiri perdagangan dengan transaksi sebesar Rp4,71 triliun dari 3,23 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 16 poin atau 2,1 persen ke 813, Jakarta Islamic Index (JII) naik 11 poin atau 2 persen ke 621, indeks IDX30 naik 9 poin atau 2 persen ke 425, dan indeks MNC36 naik 5 poin atau 1,9 persen ke 263.

Sektor konsumsi jadi sektor penggerak manufaktur, dengan penguatan sebesar 2,33 persen, dan sektor manufaktur menguat 2,02 persen. Sementara sektor perkebunan hanya mampu naik 0,51 persen.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/05/278/1305301/riset-saham-mnc-securities-waspadai-aksi-profit-taking