PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pergerakan bursa saham Indonesia diperkirakan masih akan melemah pada awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di rentang 5.401-5.488.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, pergerakan IHSG dipengaruhi turunnya indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di tengah pencapaian tax amnesty hingga hari ke-59 masih sangat rendah di mana pencapaian deklarasi harta bersih Rp97,9 triliun atau di bawah ekspektasi Rp4.000 triliun.

Sementara itu, uang Tebusan baru mencapai 1,2 persen atau Rp2,04 triliun dari total ekspektasi Rp165 triliun dan dana repatriasi Rp7,65 triliun atau di bawah ekspektasi Rp1.000 triliun di tengah upaya PP Muhammadiyah akan mengajukan judicial review atas UU Tax Amnesty.

“Senin ini IHSG berpeluang turun merujuk turunnya EIDO 1,59 persen dan DJIA 0,29 persen,” jelas Edwin dalam risetnya, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Di sisi lain kata Edwin, semakin kuatnya sinyal The Fed akan menaikkan Fed Fund Rate (FFR) setelah pidato Janet Yellen dan wakilnya Stanley Fisher, bahkan jika hasil NFP lebih dari 200.000 maka peluang FFR bisa naik dua kali hingga akhir 2016 menjadi faktor indeks DJIA turun di hari Jumat sebesar 53,01 poin atau 0,29 persen.

(dni)

Sumber : Okezone