PT Rifan Financindo – JAKARTA – Mengecewakannya data non-fram payroll (NFP) Agustus sebesar 151 ribu dan pengangguran sebesar 4,9 persen membuat spekulasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada akhir September.

Head Analis MNC Securites Edwin Sebayang mengatakan, hal inilah yang menjadi katalis Dow Jones mengalami kenaikan 0,39 persen. Dengan demikian, selama minggu lalu Dow Jones naik 0,24 persen.

Menurutnya, setelah minggu lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,57 persen Rupiah mampu naik 16,56 persen. Namun, penguatan Rupiah diiringi kejatuhan IHSG akibat Net Sell Asing Rp2.01 triliun, sehingga Net Buy Asing YTD mencapai Rp37,37 triliun.

“Senin ini IHSG berpeluang naik merujuk naiknya EIDO 2,22 persen, DJIA 0,39 persen, Oil 2,97 persen, Gold 0,73 persen, Nickel 1,51 persen dan TINS 0,91 persen serta CPO 2,9 persen,” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Senin (5/9/2016).

Menurutnya, gembar-gembor salah satu konglomerat Indonesia melakukan Tax Amnesty tidak membuat realisasi meningkat tajam. Tercatat, capaian tax amnesty hingga hari ke-65 masih sangat rendah, di mana pencapaian Deklarasi Harta Bersih Rp204 triliun dari ekspektasi Rp4.000 triliun, Uang Tebusan baru mencapai 2,6 persen atau Rp4.32 triliun dari ekspektasi Rp165 triliun dan dana repatriasi Rp12.6 triliun dari ekspektasi Rp1.000 triliun.

“Pola Piercing terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya penguatan hari ini. IHSG akan bergerak di kisaran 5.337-5.423,” jelasnya.

(mrt)

Sumber : Okezone