JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan masih terkena aksi jual. IHSG berada di rentang 4.814-4.913.

“IHSG diperkirakan berpeluang terkena lanjutan aksi jual merujuk kejatuhan EIDO 1,64 persen, indeks DJIA 0,11 persen, minyak 1,31 persen, nikel 0,28 persen dan timah 0,38 persen,” ujar Head analis MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Menurutnya, setelah indeks DJIA naik tiga hari sebesar 200,81 poin atau 1,13 persen, akhirinya DJIA tumbang juga 19,86 poin atau 0,11 persen seiring kejatuhan harga minyak mentah WTI 19,86 di tengah lebih sepinya perdagangan Kamis tercermin dalam volume perdagangan berjumlah 6,1 miliar saham (lebih kecil dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir berjumlah 6,8 miliar saham).

MNC Securities juga mengamati perkembangan emiten PTPP di mana dari Januari hingga Mei 2016 berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp7,2 triliun atau 22,23 persen dari target sepanjang tahun 2016 sebesar Rp31 triliun. Pencapaian kontrak baru terdiri kontrak kegiatan usaha induk perusahaan sebesar Rp5,22 triliun (seperti pembangunan BNI Tower Rp719 miliar, apartemen Pertamina RU di Balikpapan Rp497 miliar, mobil power plnt Rp447 miliar dan Hotel Avan-Bali Rp335 miliar) dan anak perusahaan Rp2,02 triliun.

Selain itu, PT Waskita Karya (WSKT) menyatakan berencana menjual kepemilikan atau operasional 15 ruas tol yg dimilki kepada investor lain. Adapun ke 15 ruas tol yang akan dijual seperti: Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi; Pegajan-Palembang; Solo-Ngawi; Ngawi-Kertosono dan lain-lain.

(dni)

Sumber : Okezone