JAKARTA ? Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berjalan lambat dan tidak bertenaga. IHSG diyakini bergerak pada rentang 4.758 ? 4.857.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, pergerakan IHSG dipengaruhi turunnya Wall Street di tengah kekhawatiran mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sehingga, sektor keuangan dan kejatuhan minyak menjadi faktor anjloknya Indeks Dow Jones.

?Perdagangan Rabu ini di Bursa Indonesia diperkirakan akan berjalan lamban, tidak bertenaga dan dalam kisaran terbatas di rentang 4.758-4.857, seiring kejatuhan DJIA, oil, tin, dan CPO,? kata dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Kemudian, pihaknya juga memberikan perkembangan emiten terbaru yang diambil dari PT Bukit Asam (PTBA) yang semakin serius masuk bisnis pembangkit listrik dan membidik 5.000 mw sejumlah tender proyek PLTU. Saat ini PTBA sudah memenangi proyek PLTU Sumsel VIII dengan kapasitas 2×620 mw.

?PTBA juga membidik proyek pembangkit listrik Mulut Tambang Peranap, Riau berkapasitas 2×600 mw. PTBA tahun ini menargetkan produksi sebesar 25,75 juta ton atau naik 34 persen dibanding tahun lalu di mana pencapaian produksi di kuartal I-2016 sebesar 6 juta ton atau naik 15 persen yoy, tukas dia.

(rai)

Sumber : Okezone