Rifanfinancindo – JAKARTA – Pasar saham Indonesia diperkirakan akan bergerak flat pada perdagangan awal pekan, hal ini merujuk tipisnya kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA). Keadaan ini membuat IHSG bergerak di rentang 5.068-5.152

“Senin ini BEI akan berjalan flat merujuk tipisnya kenaikan indeks Dow Jones (DJIA) 0,05 persen, minyak 0,6 persen, emas 0,39 persen, timah 0,25 persen dan CPO 1,29 persen di tengah kejatuhan EIDO 0,99 persen, nikel 0,77 persen,” kata Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang dalam risetnya di Jakarta, Senin (18/7/2016).

“Serta aksi menunggu release laporan keuangan kuartal II-2016 serta apakah realisasi tax amnesty akan berjalan seperti yang diharapkan?,” sambungnya.

Menurut Edwin, harapan membaiknya earnings emiten, membaiknya investor confidence dan naiknya penjualan retail AS bulan Juni dari perkiraan awal menjadi faktor indeks DJIA naik tipis 10,14 poin atau 0,05 persen di hari Jumat, sehingga selama seminggu indeks DJIA naik sebesar 2,04 persen dan Year to Date (YTD) DJIA sudah naik sebesar 6,26 persen.

MNC Securities juga mengamati perkembangan emiten PT Semen Indonesia (SMGR) di mana penjualan semen selama semester I-2016 berjumlah 12,184 juta ton atau naik sangat tipis 1,63 persen akibat melimpahnya pasokan semen, dibanding periode sama semester I-2015 berjumlah 11,989 juta ton.

(dni)

Sumber : Okezone

Riset Saham HD Capital: Awal Pekan, IHSG Dipercayai Tembus 5.200

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pada perdagangan sepekan kemarin, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi. Namun dipercayai hal itu tidak menandakan IHSG bakal membentuk tren pelemahan.

Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko mempercayai, IHSG sepanjang pekan ini akan kembali menguat dengan perkiraan support 5.000-5.100 dan resistance 5.200.

“Secara teknikal, laju IHSG saat ini bukan menggagalkan munculnya tren pelemahan, namun justru telah membentuk tren penguatan baru,” ujarnya dalam riset, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Sebab, walaupun di perdagangan pekan kemarin terjadi aksi jual harian dari pelaku pasar pengikut kaum beruang yang tidak tahan dengan volatilitas regional, namun pembelian saham big cap index drivers dan lapis IHSG hanya tekoreksi tipis dan tidak melebihi level psikologis.

“Sehingga dapat dikatakan bahwa pasar sudah dalam fase trend naik baru untuk breakout pasca konsolidasi antara level 5.100-5.000 ke level psikologis resistance berikutnya di 5.200,’ pungkasnya.

(dni)

Sumber : Okezone