PT Rifan Financindo – JAKARTA – Sempat menyentuh level 5.000, dipercayai menjadi tanda bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah memasuki tren penguatan jangka pendek.

Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko menjelaskan, babak baru tren penguatan IHSG saat ini merupakan hasil konsolidasi yang cukup panjang dalam pergerakan IHSG.

“Kami lihat secara teknikal, dengan adanya konsolidasi cukup panjang dalam bentuk sideways movement antara 4.700-4.900 selama beberapa bulan, membatalkan skenario koreksi ke 4.500 dan 4.250 yang banyak diidamkan oleh kaum pengikut beruang. Mereka kini sudah menjual posisi dan sekarang gigit kuku,” terangnya dalam riset HD Capital, Senin (11/7/2016).

Namun kini, rentang konsolidasi tersebut kini telah menjadi level support yang perlahan juga mulai ditinggalkan. Yuganur pun meyakini, pada pekan ini IHSG akan bergerak positif untuk menuju level resistance baru di level 5.200.

“Bila momentum berlanjut maka kaum banteng dengan mudah akan membuat level resistance psikologis 5.000 sebagai suatu bentuk support baru untuk kontinuasi kenaikan selanjutnya ke 5.150-5.200,” pungkasnya.

(rai)

Sumber : Okezone

Riset Saham Asjaya Indosurya Securities: IHSG Akan Rebound ke 5.078

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Mengawali perdagangan setelah libur panjang Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diyakini akan bergerak di jalur positif. Diperkirakan laju IHSG hari ini akan berada dalam rentang support 4.914 dan resistance 5.078.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya meyakini pergerakan IHSG secara jangka pendek telah berada dalam jalur uptrend.

“Target resistance 5.078 masih sedang berusaha ditembus untuk kembali memperkuat pola uptrend. Sedangkan support saat ini berada pada level 4.914 yang terlihat masih kuat bertahan,” terang dia dalam risetnya, Senin (11/7/2016).

Menurut William, di akhir perdagangan sebelum libur Lebaran IHSG memang tengah berada dalam rentang konsolidasi. Namun capital inflow yang masih terus berlanjut dipercayai masih akan menopang pola kenaikan.

Ditambah lagi, data perekonomian inflasi yang terlansir memperlihatkan adanya kestabilan dalam perekonomian Indonesia. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan investasi.

“Pergerakan harga komoditas yang masih relatif stabil juga akan menopang pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” pungkasnya.

(rai)

Sumber : Okezone