JAKARTA – Melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin nampaknya akan menjadi titik balik pelemahan Indeks. First Asia Capital memprediksi hari ini IHSG akan berada pada rentang support 4.540-4.510 dan resistance 4.620-4.650.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, berbaliknya pergerakan indeks dianggap sebagian pelaku pasar menjadi lampu peringatan. Ditambah lagi harga minyak mentah dunia yang sebelumnya terus menguat kini juga kembali melemah.

“Meningkatnya kembali risiko pasar dan anjloknya harga minyak akan kembali menekan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan bergerak di 4.510 hingga 4.620 di teritori negatif,” kata David dalam risetnya, Rabu (3/2/2016).

Selain itu, kondisi bursa saham global saat ini juga dalam keadaan serupa, terutama bursa Asia. Hal itu dipicu meningkatnya kekhawatiran pemburukan ekonomi global setelah data manufaktur di sejumlah negara utama dunia seperti China dan AS mengalami kontraksi.

“Tadi malam kembalj anjloknya harga minyak mentah dunia juga turut menekan pasar saham di Wall Street maupun zona Euro tadi malam. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro anjlok 2,29 persen di 2.951,85. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing koreksi 1,80 persen dan 1,87 persen tutup di 16.153,54 dan 1.903,03. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam kembali tertekan 5,5 persen di USD29,88 pee barel,” tandasnya.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/02/03/278/1303517/riset-saham-first-asia-capital-pasar-berisiko-buat-ihsg-melemah