Rifan Financindo – Palembang – Melanjutkan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak bervariasi rawan koreksi lanjutan. IHSG bergerak dengan perkiraan support di 5.900 hingga resisten di 5.950.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan besarnya kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga akhir tahun ini, diperkirakan akan membuat Bank Indonesia (BI) menahan tingkat bunga acuannya pada level saat ini 4,25%.

 “Upaya ini untuk menahan volatilitas Rupiah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/10/2017).

David melanjutkan, sejumlah rilis laba emiten kuartal III 2017 juga akan mempengaruhi sentimen pasar. Selain itu, pasar juga masih dibayangi dengan adanya arus dana asing yang keluar.

“Dari kawasan Asia, sentimen pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi China seperti pertumbuhan ekonomi kuartal III yang diperkirakan 6,8%,” kata dia.

Sementara itu, aksi lepas saham oleh pemodal asing atas sejumlah saham unggulan seperti Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menekan pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

IHSG akhirnya tutup koreksi 18,129 poin (0,30%) di 5.929,201. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih di saham TLKM hingga Rp1 triliun kemarin.

“Adanya gugatan hukum hingga Rp16 triliun atas perseroan oleh PT Citra Sari Makmur (CSM) menjadi sentimen negatif yang menekan harga sahamnya beberapa hari terakhir ini,”kata dia.

Adapun saham-saham yang menjadi rekomendasi First Asia Capital antara lain, UNVR, INDF, ICBP, BBRI, BDMN, PTBA, PGAS, AKRA, UNTR, MNCN.

(dni)

Sumber : Okezone

Rifan Financindo