Rifanfinancindo –  Palembang – Perdagangan bursa saham Indonesia akhir pekan ini diperkirakan masih akan terhambat dengan adanya aksi jual. Sentimen dari dalam negeri belum terlihat ada yang positif secara signifikan, sehingga membuat laju IHSG cenderung kembali tertekan.

“Meski demikian, kami mengharapkan aksi beli dapat kembali muncul dengan memanfaatkan pelemahan yang ada sehingga IHSG dapat kembali menemukan momentum rebound,” kata Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (29/9/2017).

 Menurut Reza, jika tidak maka antisipasi sentimen terutama dari berita-berita sektoral dan emiten, yang dapat membuat arah IHSG kembali bervariatif melemah.

IHSG sebelumnya, sempat mengalami kenaikan namun, tidak lama kemudian IHSG kembali tumbang. Minimnya sentimen dalam negeri kecuali beberapa berita-berita individual emiten, berimbas pada kurang kuatnya pergerakan IHSG untuk melaju dan bertahan di zona hijau.

“Melemahnya Rupiah yang dibarengi masih kembalinya asing jualan serta variatifnya laju bursa saham Asia membuat IHSG limbung. Bahkan adanya pemberitaan penolakan Menteri Jonan terhadap perhitungan harga batubara untuk PLN dengan menggunakan cost plus margin, tidak kuat juga mengangkat IHSG meskipun dari sisi indeks sektoralnya mengalami kenaikan,” jelasnya.

(rzk)

Rifanfinancindo