PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Pasar modal Indonesia sepertinya masih belum bisa keluar dari nuangan tren negatif berkepanjangan. Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak negatif.

Analis Bahana Securities Muhammad Wafi memprediksi laju IHSG hari ini masih akan tertekan dengan perkiraan support 5.250 dan resistance 5.350.
BERITA REKOMENDASI

Riset Saham Daewoo: IHSG Mencoba Menguat ke Level 5.271-5.355.
Riset Saham ReLiance: Usai Libur Panjang, IHSG Mixed ke 5.270-5.350
Riset Saham Asjaya Indosurya: IHSG Berpotensi Rebound

“Hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah dikisaran 5.250-5.350 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan ACES, ADHI, APLN, ASII, MEDC, RALS,” terangnya dalam riset, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Wafi menjelaskan, jika dilihat dari perdagangan sebelumnya, laju IHSG memang masih berpotensi untuk kembali turun. Apa lagi sebelum libur panjang kemarin investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp914,04 miliar.

“Secara teknikal, indeks turun dengan runaway gap disertai volume dan mencoba test support MA50. Stochastic, RSI dan MACD negatif,” ujar Wafi.
(dni)

Sumber : Okezone

 

Riset Saham Daewoo: IHSG Mencoba Menguat ke Level 5.271-5.355

PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Tekanan terhadap pasar modal atas minimnya sentimen positif dipercayai akan memudar. Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dijalur positif, meskipun sentimen positif masih minim.

Analis Daewoo Securities Indonesia Tasrul memprediksi laju IHSG hari ini akan mencoba menguat dengan perkiraan support 5.271 dan resistance 5.355.
BERITA REKOMENDASI

Riset Saham Bahana: IHSG Sulit Keluar dari Tekanan
Riset Saham ReLiance: Usai Libur Panjang, IHSG Mixed ke 5.270-5.350
Riset Saham Asjaya Indosurya: IHSG Berpotensi Rebound

“Dari hasil optimalisasi indikator Money Flow Index (MFI) dan indikator W%R saat ini sudah berada sekitar support trendline dengan volume transaksi masih sekitar rata-rata. Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi IHSG untuk makin terbatas dengan kecenderungan menguat,” ujarnya dalam riset, Jakarta, Selasa (13/9/2015).

Meskipun begitu, optimisme pasar belum sepenuhnya pulih. Apalagi di perdagangan sebelumnya, investor asing melakukan aksi jual bersih yang cukup besar. Tentu hal itu akan mempengaruhi pelaku pasar secara keseluruhan.

“IHSG kemarin masih diwarnai net sell foreign lebih kurang Rp914 miliar. Tercatat 76 saham mengalami kenaikan dan 240 saham mengalami penurunan. Hampir semua sektor menjadi penekan lajunya IHSG,” tukas Tasrul.
(dni)

Sumber : Okezone