PT Rifan Financindo – JAKARTA – Setelah libur Lebaran, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin kokoh. Tren positif ini dipercayai masih akan berlanjut.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi, hari ini laju IHSG akan kembali menguat dengan perkiraan support pada level 4.951 dan target resistance terdekat 5.108 yang berpotensi digapai dalam beberapa waktu ke depan.

“Bagi investor dapat manfaatkan momentum jika terjadi koreksi sehat di tengah kenaikan untuk melakukan akumulasi pembelian, hari ini IHSG berpotensi menguat,” tuturnya dalam riset, Selasa (12/7/2016).

Menurut William, tren penguatan yang terjadi ditopang dengan adanya arus masuk modal asing atau capital inflow yang terjadi sejak sebelum libur lebaran.

“IHSG bergerak beringas pasca libur panjang. Ditunjang oleh capital inflow yang masih terus berlanjut pasca selama sepekan sebelum libur yang mencapai hampir Rp6 triliun dan hingga kini capital inflow masih berlanjut,” imbuhnya.

Hal itu menunjukkan, bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih cukup tinggi. Apa lagi, saat ini pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dalam instrumen perekonomian.

“Di antaranya tax amnesty yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menumbuhkembangkan, serta stabilnya kondisi perekonomian yang juga menunjukkan pertumbuhan menjadi salah satu daya tarik untuk berinvestasi,” pungkasnya.

(rai)

Sumber : okezone

Riset Saham MNC Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Indeks di Wall Street kembali mencetak level tertinggi baru didorong membaiknya data ekonomi dan rendahnya yield obligasi Amerika Serikat (AS), sehingga DJIA ditutup menguat 80.19 poin di tengah sepinya perdagangan.

Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan di dalam negeri, antisipasi akan disahkannya UU Tax Amnesty, menjadi faktor yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatan, meskipun diperkirakan tidak akan sebesar kemarin.

“Pernyataan Bank Indonesia (BI) bahwa GDP Indonesia di kuartal II-2016 masih belum mampu tumbuh diatas 5 persen, alias masih di bawah 5 persen, tetapi di atas 4,92 persen walaupun sudah didorong spending dari THR masih menjadi sentimen negatif,” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Dia melanjutkan, pola Bullish Separating Line terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya penguatan terbatas hari ini. “IHSG akan bergerak di kisaran 5.027-5.111,” tuturnya.

Sekadar informasi, Indeks LQ45 naik 21 poin atau 2,56 persen ke 872, Jakarta Islamic Index (JII) naik 14 poin atau 2,1 persen ke 701, indeks IDX30 naik 12 poin atau 2,6 persen ke 467, dan indeks MNC36 naik 7 poin atau 2,5 persen ke 288.

Sektor-sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor konsumsi, tambang, keuangan dan industri dasar naik 2 persen lebih. Sementara sektor perkebunan dan aneka industri tercatat mengalami pelemahan.

(mrt)

Sumber : Okezone