Harga Emas Anjlok Nyaris 2% dalam Seminggu, Lha Kok? - Rifanfinancindo

Ilustrasi Emas Batangan (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Rifanfinancindo Palembang – Harga emas dunia belum berhenti terkoreksi, usai melonjak tajam dalam sebulan terakhir. Ambil untung sampai kebangkitan dolar AS jadi penyebab penurunan harga si logam mulia.

Pada Selasa (9/7/2019) pukul 08:51 WIB, harga emas dunia turun 0,23%. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini anjlok 1,82%.

Ada beberapa hal yang membuat harga emas bergerak ke selatan. Pertama, investor melakukan ambil untung setelah harga emas melesat tinggi sekali.

Dalam 1 bulan terakhir, harga emas masih naik 4,87%. Bahkan selama setahun terakhir kenaikannya mencapai 10,93%.

Oleh karena itu, koreksi akan selalu membayangi pergerakan harga emas. Pasti ada saja investor yang tergoda untuk mencairkan keuntungan, sehingga emas mengalami tekanan jual dan harganya melemah.

Kedua, dolar AS mulai bangkit setelah tertekan cukup lama. Pada pukul 08:55 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama) menguat 0,03%.

Dalam sepekan terakhir, Dollar Index sudah menguat 0,71%. Sementara selama sebulan ke belakang penguatannya nyaris mencapai 1%.

Emas adalah komoditas yang harganya dibanderol dalam dolar AS. Kala mata uang Negeri Adidaya menguat, maka komoditas ini menjadi mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Akibatnya permintaan emas turun dan harganya terkoreksi. (aji/aji)