The Fed Tak Agresif, Kok Bursa Asia Kocar-kacir? - Rifan Financindo Palembang

Foto: Pria melihat papan kutipan saham di luar broker di Tokyo, Jepang, 5 Desember 2018. REUTERS / Issei Kato

Rifan Financindo Palembang – Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan pertama di pekan ini di zona merah: indeks Nikkei turun 0,37%, indeks Shanghai jatuh 0,44%, indeks Hang Seng melemah 0,91%, indeks Straits Times terpeleset 0,32%, dan indeks Kospi terkoreksi 0,89%.

Memudarnya optimisme bahwa The Federal Reserve selaku bank sentral AS akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 50 bps pada bulan ini menjadi faktor utama yang melandasi aksi jual di bursa saham Benua Kuning.

Pada hari Jumat (5/7/2019), angka penciptaan lapangan kerja AS (sektor non-pertanian) periode Juni 2019 diumumkan sebanyak 224.000, jauh di atas ekspektasi yang sebanyak 162.000, seperti dilansir dari Forex Factory. Capaian tersebut juga jauh mengalahkan capaian pada bulan Mei yang sebanyak 72.000 saja.

Data tenaga kerja menjadi sangat penting lantaran dipantau dengan ketat oleh The Fed guna merumuskan kebijakan suku bunga acuannya.

Kini, The Fed hanya diekspektasikan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps dalam pertemuannya pada akhir bulan ini. Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 7 Juli 2019, probabilitas bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada pertemuan bulan ini berada di level 93,1%, melonjak dari posisi pada minggu lalu yang mencapai 67,7%. Sementara itu, peluang suku bunga acuan diturunkan hingga 50 bps kini hanya tersisa 6,9%, dari yang sebelumnya 32,3% pada pekan lalu.

Dikhawatirkan, absennya pemangkasan tingkat suku bunga acuan yang signifikan bisa membuat perekonomian AS mengalami namanya hard landing.

Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan perekonomian AS tumbuh sebesar 2,5% pada tahun 2019, sebelum kemudian turun drastis menjadi 1,7% pada tahun 2020. Pada tahun 2018, perekonomian AS tumbuh hingga 2,9%, menandai laju pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015 silam. (ank/hps)

Sumber : CNBC
 
 

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
Rifanfinancindo