PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah tengah mengkaji aksi ekspor beras nasional ke Belgia. Kajian tersebut pada dasarnya dapat menguntungkan para petani beras nasional.

“Kita ekspor beras organik ke Belgia, nanti karena ini menguntungkan bagi petani, harganya di Belgia Rp60.000-Rp70.000 per kilogram,” kata Amran di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Untuk meyiapkan realisasi ekspor beras organik ke Belgia, pemerintah dalam lima tahun ke depan akan menyiapkan lahan pertanian beras mencapai 500 ribu ha dengan pertahunnya mencapai 100 ribu ha.

“Ini potensi yang belum digarap, ini luar biasa untuk mengangkat kesejahteraan petani,” tambahnya.

Beras organik yang akan diekspor berasal dari Tasikmalaya dan akan mengembangkan wilayah pertanian beras di Kalimantan. Jadi, kata Amran, pemerintah akan fokus mengembangkan lahan pertanian pangan di Kalimantan. Mulai dari beras, bawang, hingga cabai.

“Satu pengapalan 40 ton, targetnya 100 ribu ton, dari tasik, jateng, jatim, semua daerah yang sudah tersertifikasi,” tukasnya.

(rzy)

Sumber : Okezone

 

Rupiah Rp13.267, Cuma Mampu Menguat Tipis

PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini di akhir pekan bergerak menguat namun tipis. Kendati demikian, Rupiah masih berada di level Rp13.200an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat(2/9/2016), Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, bergerak menguat tipis 2 poin atau 0,02 persen ke level Rp13.267 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.245 per USD hingga Rp13.270 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp13.258 per USD. Adapun Rupiah bergerak di kisaran Rp13.257 per USD hingga Rp13.266 per USD.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi Rupiah berada di level Rp13.160-Rp13.350 per USD.

(dni)

Sumber : okezone