PT Rifanfinancindo – JAKARTA ? Sejak diberlakukannya UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim, repatriasi aset dari penerapan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) sudah mulai terparkir di pasar modal dalam negeri. Hal tersebut bisa terlihat dari jumlah beli bersih (net buy) investor asing meningkat cukup signifikan.

?Nah, itu net buy semakin hari semakin meningkat. Sekarang mencapai Rp1 triliun,”kata Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan BEI di Jakarta.

Sekadar informasi, investor asing di sepanjang perdagangan pekan lalu membukukan beli bersih di pasar saham Indonesia senilai Rp7,62 triliun. Realisasi ini tercatat tumbuh dua kali lipat ketimbang nilai beli bersih pekan sebelumnya Rp3,23 triliun. Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham yang tercermin dari beli bersihnya mencapai Rp32,50 triliun.

Sementara nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia tumbuh 3,99 persen ke level tertingginya sepanjang sejarah, yaitu sebesar Rp5.838,51 triliun di akhir pekan lalu dari sebelumnya Rp5.614,62 triliun.

Hingga kini, Samsul sendiri belum bisa memastikan aliran dana investor asing tersebut sebagai repatriasi aset dari amnesti pajak atau sekadar transaksi biasa. Namun, dia mengakui, memang ada perbedaan cukup kentara dalam jumlah perdagangan dan beli bersih pekan ini jika dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya.

?Dana dari amnesti pajak sudah masuk ke bursa, tetapi belum bisa disebutkan berapa pastinya. Sepertinya, kepercayaan investor dana amnesti pajak masuk ke bursa sudah ada. Jadi, trading juga tinggi. Ini kami juga curigai bisa juga dari dana-dana amnesti pajak, tapi kami belum bisa pastikan secara eksplisit ya. Masalahnya memang ada perbedaan,” tutur Samsul.

Menurut Samsul, kepastian aliran dana tersebut baru bisa diketahui akhir September 2016 nanti, bersamaan dengan berakhirnya periode pertama amnesti pajak, di mana BEI akan memperoleh transparansi data terkait pemberlakuan amnesti pajak periode pertama dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Saat ini, jumlah kepemilikan saham antara investor lokal dan asing masing-masing sebesar 40 dan 60 persen. Namun, dari sisi nilai transaksi, investor lokal mendominasi sebanyak 60 persen dan sisanya dilakukan oleh investor asing.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menuturkan, di antara daftar panjang investor asing, banyak juga investor lokal yang menggunakan nama asing. Namun, masih banyak investor lokal yang masih enggan untuk mengakui aset-asetnya.

(mrt)

Sumber : Okezone