PT Rifan Financindo – JAKARTA ? Menyadari target emiten baru tahun ini sebanyak 35 perusahaan bakal meleset dari target, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengajak emiten yang sudah didelisting untuk dicatatkan kembali atau relisting. Hal ini diyakini pihak BEI, selain menambah jumlah emiten baru juga meningkatkan kapitalisasi pasar modal.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistyo mengatakan, ada empat strategi meningkatkan kapitalisasi pasar. Salah satunya dengan relisting. BEI minta kembali saham-saham yang delisting untuk aktif kembali. “Kami datangi satu-satu,” kata Tito di Jakarta, kemarin.

Cara lain yang juga menjadi strategi utama adalah meningkatkan jumlah emiten baru. Selain itu, otoritas bursa juga sedikit mengintervensi perusahaan yang sahamnya terkena suspensi.

Strategi terakhir adalah akumulasi dari ketiga strategi sebelumnya, yakni mendorong emiten meningkatkan nilai perusahaan, misalnya menerbitkan emisi efek baru atau rights issue. Dana rights issue yang digunakan untuk ekspansi pada akhirnya juga membesarkan nilai emiten.

Hamdi Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, menambahkan, proses relisting sama seperti proses IPO pada umumnya yang dimulai dari awal. Asal tahu saja, sepanjang tahun 2012-2015, ada empat perusahaan yang melakukan pencatatan saham kembali alias relisting di Bursa Efek Indonesia.

Tahun ini, ada satu tambahan perusahaan relisting, yakni PT Indo Komoditi Korpora. Pada 2015, ada dua perusahaan yang relisting. Keduanya adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) dan PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI).

Pada tahun 2012 dan 2014 perusahaan yang relisting adalah PT Tunas Alfin Tbk (TALF) dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM). Meski jauh dari jumlah initial public offering (IPO) calon emiten baru, kegiatan relisting ini bukan kebetulan.

Terlepas dari sentimen makro, ini juga merupakan salah satu cara BEI meningkatkan kapitalisasi pasar. Catatan saja, Indo Komoditi tercatat di BEI pada 27 Juli 1990, dan efektif keluar dari bursa pada 19 Februari 2013. Perseroan bergerak di sektor perkebunan sawit.

BUKK relisting pertengahan tahun lalu. BUKK melepas 2,64 miliar dengan harga Rp590 per saham. TALF relisting pada 2014. Lalu SKBM relisting dengan melepas 851,39 juta saham.

Pihak BEI sendiri menaruh harapan besar kepada pemerintah bisa mendorong BUMN dan anak usahanya go public dalam mendanai ekspansi usahanya, ketimbang hanya mengandalkan dana atau permodalan dari negara lewat Penyertaan Modal Negara (PMN).

(mrt)

Sumber : Okezone