PT Rifan Financindo – JAKARTA – Melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin yang dihiasi aksi jual investor asing, seakan mengonfirmasi bahwa pasar modal Indonesia masih dalam kondisi tertekan. Hari ini pun IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahannya.

Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko memprediksi, laju IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.330-5.270-5.210-5.180 dan resistance 5.450-5.525-5.590-5.650.

“Kami melihat aksi jual para pelaku pasar yang tidak tahan dengan pergerakan volatilitas regional cukup tertahan dengan aksi pembelian saham big cap dan lapis dua oleh kaum banteng. Sehingga pergerakan IHSG cenderung sideways, namun optimis akan terjadinya breakout ke 5.450 versus breakdown ke 5.250,” tutur dia dalam risetnya, Rabu (24/8/2016).

Kendati begitu, Yuganur masih menyarankan agar melakukan pembelian dengan tetap mengedepankan unsur kehati-hatian. Sebab masih ada kemungkinan terjadinya rebound pada pergerakan IHSG hari ini.

Ada empat saham yang direkomendasikan HD Capital di saat tren negatif saat ini. Berikut penjelasanya:

1. PT Bank Jatim Tbk (BJTM) (Trading target: Rp650)

Secara teknikal pattern perbaikan short dan medium term tren di emiten perbankan small cap BUMN ini membuatnya menarik untuk di akumulasi melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2016-2017 dengan skenario kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di Rp650. Entry pertama Rp605, entry kedua Rp595, cut loss point Rp585.

2. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) (Trading target Rp1.650-1.675)

Harga komoditas yang mulai bottoming di low 10 tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah setelah tertekan sekian lama membuat emiten CPO ini menarik untuk di akumulasi jangka medium term, rekomen akumulasi untuk potensi kenaikan berikutnya ke Rp1.650-1.675. Entry pertama Rp1.570, entry kedua Rp1.540, cut loss point Rp1.510.

3. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) (Trading target Rp2.950)

Secara teknikal perbaikan short dan medium term trend emiten konstruksi BUMN ini dapat digunakan sebagai akumulasi untuk kontinuasi kenaikan short dan medium term berikutnya ke Rp2.950. Entry pertama Rp2.720, entry kedua Rp2.670, cut loss point Rp2.610.

4. PT Astra International Tbk (ASII) (Buy) (Trading Target Rp8.700)

Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium emiten big cap conglomerate ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp8.700. Entry pertama Rp8.025, entry kedua Rp7.925, cut loss point Rp7.825.

(rai)

Sumber : Okezone