PT Rifan Financindo – BOJONEGORO – Ratusan warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, berunjuk rasa di depan gedung DPRD Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Mereka menyampaikan tuntutan terkait ganti rugi kegiatan pembakaran gas suar (flare) lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu, di Bojonegoro. Sebelumnya, warga Desa Mojodelik melakukan unjuk rasa di lokasi lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu.

Namun, para pengunjuk rasa menilai pihak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) anak perusahaan ExxonMobil Corporation asal Amerika Serikat (AS), selaku pengelola lapangan migas Banyu Urip Blok Cepu, tidak menanggapi tuntutan mereka.

Warga kemudian mendatangi Gedung DPRD Bojonegoro dengan naik truk dan mobil pikap. Sedikitnya ada 20 truk dan delapan mobil pikap yang dipakai unjuk rasa ini.

Warga terdiri atas bapak, ibu, dan para pemuda ini juga membawa poster dan spanduk berisi tuntutan. Aksi unjuk rasa warga Desa Mojodelik ini juga mendapatkan pengawalan ketat petugas Polres Bojonegoro. Saat berada di depan Gedung Dewan, warga berorasi menyampaikan tuntutan mereka.

?Warga meminta anggota Dewan memperhatikan nasib warga Mojodelik. Kami merasa kegiatan pembakaran gas suar (flaring ) di lapangan migas Banyu Urip merugikan masyarakat,? ujar Korlap unjuk rasa warga Desa Mojodelik, Mustofa.

Unjuk rasa warga Mojodelik ini ditemui oleh Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin. Di hadapan Ketua Dewan, Mustofa mengatakan, warga menyampaikan beberapa tuntutan terkait dampak pembakaran gas suar lapangan migas Banyu Urip.

Pertama, pihak EMCL harus bertanggung jawab terkait dampak suhu udara yang panas di Desa Mojodelik. Kedua, pihak EMCL harus bertanggung jawab terkait memburuknya hasil panen padi di Desa Mojodelik. Ketiga, pihak EMCL harus bertanggung jawab terkait timbulnya kebisingan dari suara mesin yang beroperasi.

Selain itu, pihak Pemkab Bojonegoro harus meninjau ulang analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) EMCL tentang lingkungan.

?Warga Mojodelik menuntut ganti rugi terkait dampak dari kegiatan pembakaran gas suar. Kami juga meminta DPRD Bojonegoro mau menandatangani petisi berisi tuntutan ini,? ujar Mustofa.

Menanggapi tuntutan warga ini, Ketua DPRD Bojonegoro Mitroatin berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara pihak warga Mojodelik dan EMCL. Selain itu, Mitroatin juga bersedia menandatangani petisi tuntutan warga tersebut.

?Kami akan memfasilitasi dan mendampingi pertemuan antara pihak EMCL dan warga Mojodelik,? ujarnya.

Setelah melakukan aksi di Gedung Dewan, warga melanjutkan aksi ke Gedung Pemkab Bojonegoro. Namun, warga tidak ditemui oleh Bupati Bojonegoro Suyoto ataupun Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono. Warga ditemui oleh Asisten I Pemkab Bojonegoro Djoko Lukito dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Suprianto.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, aksi unjuk rasa warga Desa Mojodelik berjalan aman dan lancar. Pihak Polres, kata dia, mengamankan aksi unjuk rasa sejak dari Desa Mojodelik hingga di Gedung Dewan dan Pemkab Bojonegoro.

(dni)

Sumber : Okezone