PT Rifan Financindo – PERTH – Perusahaan maskapai penerbangan Australia, Qantas, berhasil membukukan laba bersih terbesar sepanjang 95 tahun beroperasi di angka USD1,03 miliar atau setara dengan Rp10,4 triliun atau melonjak jauh dari kondisi tahun lalu dengan laba USD557 juta (Rp5,6 triliun).

Laba kotor perusahaan yang sudah melantai di bursa itu juga naik 60 persen ke USD1,53 miliar dari USD975 juta di tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Qantas, Alan Joyce, pencapaian tahun ini didukung oleh kebijakan pemangkasan berbagai biaya dan mengunci keuntungan dari harga bahan bakar yang lebih murah.

Berkat anjloknya harga minyak dunia, Qantas dapat mendulang untung 664 miliar dolar dari mematok harga bahan bakar pesawat.

Gabungan pendapatan Qantas dan rute-rute domestik Jetstar mencapai USD820 juta, naik 30 persen dari tahun sebelumnya.

“Ini adalah hasil terbaik dalam 95 tahun sejarah Qantas, sejarah dunia penerbangan Australia, titik,” ujar dia seperti dilansir jaringan ABC.net.au, Rabu.

Dengan rekor laba ini, Qantas untuk pertama kalinya sejak 2009 akan membagikan dividen sebesar 7 sen (Rp705) per lembar saham, yang akan dibayar pada Oktober. Perusahaan itu juga akan membeli balik sahamnya hingga nilai USD366 juta.

Bloomberg melaporkan pada perdagangan hari ini di Sydney, saham Qantas naik 4,1 persen ke angka USD3,54 per lembar.

Dalam enam tahun terakhir, Qantas telah mengalami jatuh-bangun, mulai dari tahun 2010 di mana laba tercatat USD112 juta naik ke USD250 juta pada tahun 2011. Qantas kemudian terjerembab ke posisi merugi USD245 juta pada 2012, dan setahun berikutnya mampu keluar dari lembah kerugian dengan mencatatkan laba USD1 juta.

Pada tahun 2014 perusahaan berlogo kangguru putih itu merugi hingga USD2,8 miliar dan sejak itu Qantas menerapkan kebijakan penghematan USD2 miliar biaya operasional dan memecat 5.000 pekerja atau sekitar 15 persen dari total pegawainya.

Alan Joyce menyebutkan bahwa sejak itu penghematan bisa konsisten bertahan di angka 1,66 miliar per tahun, dan USD557 juta laba dari operasi.

Merosotnya harga minyak menopang keuntungan perusahaan yang sangat kuat dengan prestasi keamanan serta ketepatan jadwal terbang itu.

Penerbangan internasional Qantas memainkan peran kunci dalam postur keuntungan, dengan pendapatan total USD512 juta sebelum potongan pajak, naik 95 persen dibandingkan tahun 2015.

(rai)

Sumber : Okezone