PT Rifan Financindo — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal menjadi rintangan utama bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk bangkit (rebound) hari ini, Senin (26/8).

PT Rifan Financindo | ihsgcnn

Sebab, nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan lalu kembali terkoreksi hingga ke level Rp14.648 per dolar AS. Padahal, sebelumnya sudah mulai stabil di area Rp14.500 per dolar AS.

“Selama dolar AS masih perkasa terhadap rupiah, agak susah berharap IHSG untuk menguat,” kata Analis Danpac Sekuritas Harry Wijaya kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/8).

Menurut Harry, penguatan IHSG secara akumulasi pekan lalu hanya sebuah penguatan semu karena tak diimbangi dengan sentimen fundamental dari luar dan dalam negeri.

“Soal perang dagang AS dan China juga kalau sudah mereda mungkin akan lebih bagus untuk IHSG,” jelasnya.

Ia menyebut IHSG akan menguat secara permanen atau jangka panjang jika IHSG telah kembali menyentuh level 6.000. Hari ini, Harry meramalkan IHSG berada dalam rentang support 5.850 dan resistance 6.050.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG melemah karena kondisi di pasar, baik global maupun domestik sedang tak menentu.

“Setelah penguatan beberapa hari terakhir IHSG akan tertahan di resistance psikologis di level 6.000,” terang Dennies dalam risetnya.

Dennies memproyeksi IHSG pada awal pekan ini bergerak dalam rentang support 5.912-5.947 dan resistance 6.004-6.026.

Sepanjang pekan lalu IHSG menguat 3,2 persen ke level 5.968 dari pekan sebelumnya di level 5.783. Tak ayal, sembilan dari 10 indeks sektoral berakhir di teritori positif.

Baca Juga :
Sumber:Detik
PT Rifan Financindo