PT Rifan Financindo – Palembang – Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB). Dolar bergerak 2 arah karena para investor masih mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang baru dirilis.

Laporan Departemen Tenaga Kerja mencatat, total penggajian pekerja non pertanian (nonfarm payroll) AS menurun 33.000 pada September, sebagian besar disebabkan oleh badai Harvey dan Irma yang melanda negara tersebut.

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan akan terjadi kenaikan 90.000 pekerjaan. Namun demikian, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% pada September, mencapai titik terendah dalam 16 tahun terakhir.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada daftar gaji non pertanian swasta naik 12 sen menjadi USD26,55. Selama 12 bulan terakhir, rata-rata penghasilan per jam meningkat sebesar 74 sen atau 2,9%.

“Catatan utama dari laporan pekerjaan ini adalah jangan terlalu banyak mengambil laporan pekerjaan tersebut sampai Anda memasukkannya ke dalam konteks yang lebih luas,” kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low.

Sementara itu, ada optimisme yang meningkat atas perombakan pajak yang diusulkan Presiden Donald Trump. Pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan sebuah resolusi anggaran untuk tahun fiskal 2018, yang membuka jalan bagi undang-undang reformasi pajak.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,14% menjadi 93,670 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1749 dari USD1,1733 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3153 dari USD1,3066 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7760 dari USD0,7785.

Dolar AS dibeli 110,66 yen Jepang, lebih rendah dari 110,73 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga naik menjadi 0,9799 franc Swiss dari 0,9785 franc Swiss, dan mencapai 1,2539 dolar Kanada dari 1,2532 dolar Kanada.

(kmj)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo