PT RIFAN FINANCINDO – Koreksi pasar bursa di awal perdagangan Rabu (20/6/2018) mampu menjadi momentum untuk menyeleksi saham-saham murah.

Meskipun terbilang murah, saham-saham ini memiliki prospek yang baik, dilihat dari kualitas fundamental emiten yang cukup kuat, diikuti dengan price earning ratio (PER) dan price to book value ratio (PBV) yang rendah.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, saham dari sektor konstruksi memiliki prospek yang cukup baik, dengan harga yang sudah terbilang murah.
Prospek yang cukup baik itu dimaknai di masa depan bakal banyak proyek pemerintah yang selesai dan perusahaan akan menerima pembayaran.
“Saat itu, sahamnya akan mulai naik. Ditambah lagi, saham konstruksi saat ini belum naik banyak dan sudah lumayan terkoreksi,” kata Hans dilansir Kontan.co.id, Rabu (20/6/2018).
Adapun untuk saham konstruksi yang terbilang sudah murah adalah WIKA, WSKT, PTPP dan WTON. Dimana, saham WTON dan WIKA dinilai sebagai yang paling menarik karena potensi nilai valuasinya masih memungkinkan untuk terus tumbuh.
Apalagi, pemerintah Indonesia fokus untuk membangun infrastruktur sehingga perusahaan pendukung infrastruktur masih menjadi pilihan.
Selain sektor kontruksi, saham dari sektor perbankan juga dianggap cukup murah dengan koreksi yang lumayan banyak.
“Orang khawatir Bank Indonesia (BI) mau menaikkan suku bunga lagi sehingga kemungkinan ekspansi kredit turun, NPL bank naik dan orang punya sentimen negatif di pasar perbankan,” ujarnya.
Padahal, kenaikan BI 7-Day Repo Rate, imbuhnya, tidak berkorelasi erat dengan ekspansi kredit perbankan.
Dengan begitu, dalam skala tertentu tidak akan mengganggu kinerja perbankan jangka panjang. Ia merekomendasikan saham perbankan dengan kode emiten BMRI, BBRI dan BBNI.
pt rifan financindo berjangka
Untuk sektor barang konsumsi, meskipun penurunannya belum terlalu banyak dan bukan rekomendasi utama, namun saham sektor ini masih dapat dilirik. Saham yang patut dipertimbangkan di antaranya TLKM dan JSMR.
“Untuk masuk, investor masih perlu menunggu perkembangan pasar ke depan, khususnya imbas dari aksi perang dagang AS dan China saat ini,” katanya.

Sumber: Kompas
Akb – rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit.