Sabar ya! Harga Emas Hari Ini Turun Lagi, Trump-Xi Mau Rujuk - PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo Palembang – Harga emas dunia anjlok ke posisi terendah dalam sepekan terakhir. Optimisme damai dagang Amerika Serikat (AS)-China yang semakin tinggi terbukti ampuh membuat harga emas dalam tekanan.

Pada perdagangan hari Senin (1/7/2019) pukul 09:30 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) anjlok hingga 1,2% ke level US$ 1.396,5/troy ounce.

Adapun harga emas di pasar spot melemah 1,23% menjadi 1.391,81/troy ounce.

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, telah sepakat untuk melanjutkan perundingan terkait perdagangan. Hal itu diumumkan setelah keduanya bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang hari Sabtu (29/6/2019) waktu setempat.

Selain itu, Trump juga telah mengizinkan raksasa teknologi asal China, Huawei, untuk membeli produk dari perusahaan-perusahaan yang tidak mengancam keamanan nasional AS. Ini merupakan kemajuan besar karena sebelumnya Huawei masuk dalam daftar hitam dan tidak lagi dapat membeli produk perusahaan AS tanpa izin pemerintahan Trump.

Sebagai gantinya, China berjanji akan membeli lebih banyak produk-produk pertanian asal AS.

“Kami menahan diri dari (mengenakan) bea masuk dan mereka akan membeli produk pertanian (asal AS),” tutur Trump, dilansir dari CNBC International.

Kabar tersebut membuat kekhawatiran akan eskalasi perang dagang sirna. Pasalnya, Trump telah berkali-kali mengancam akan mengenakan bea impor 25% pada produk China senilai US$ 300 miliar apabila tidak ada kesepakatan apapun pada pertemuan tersebut. Produk-produk tersebut sebelumnya bukan merupakan objek dari perang dagang.

Derajat ketidakpastian ekonomi global juga semakin surut setelah Trump mengunjungi Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Selatan dengan Korea Utara.

Pertemuan tersebut menjadi yang ketiga antara Trump dengan Kim pasca pertemuan kedua di Vietnam beberapa waktu yang lalu berakhir dengan buruk. Kala itu, AS dan Korea Utara bersitegang lantaran tak mencapai titik temu terkait dengan denuklirisasi Korea Utara. Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa delegasi AS dan Korea Utara akan melakukan pertemuan lanjutan dalam dua atau tiga minggu ke depan guna membicarakan program nuklir milik Pyongyang.

Dengan begitu, investor mulai berani untuk masuk ke pasar instrumen-instrumen berisiko. Maklum, risiko eskalasi perang dagang maupun perang nuklir selama ini telah membuat kondisi politik dan ekonomi global diliputi ketidakpastian.

Alhasil, emas yang seringkali diborong investor sebagai instrumen pelindung nilai (hedging) pun semakin ditinggalkan.

Selain itu, dolar memang sedang kuat hari ini. Nilai Dollar Index (DXY) yang mencerminkan posisi greenback relatif terhadap enam mata uang utama dunia tercatat naik 0,2% ke level 96,32.

Kala dolar menguat, harga emas jadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Investor makin tergoda untuk melakukan aksi ambil untung dengan banyak melepas kontrak pembelian emas.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)