PT Rifan Financindo — Pemerintah akhirnya mengerek asumsi produksi siap jual (lifting) minyak sebesar 25 ribu barel per hari (bph) menjadi 775 ribu bph. Dengan demikian, target total produksi minyak dan gas (migas) naik dari 2 juta barel setara minyak per hari (boepd) menjadi 2,025 juta boepd.

PT Rifan Financindo - ESDM dan DPR Sepakat Lifting Minyak 775 Ribu Barel pada 2019

Hal itu merupakan hasil kesepakatan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sektor ESDM. Keputusan itu diambil setelah rapat konsinyering pada Kamis (13/9) lalu.

“Kami sudah mengambil keputusan, semoga ini yang terbaik,” ujar Anggota Komisi VII DPR Gus Irawan selaku pimpinan rapat di Gedung DPR, Senin (17/9) malam.

Anggota Komisi VII DPR Mercy Chriesty Barends meminta pemerintah berupaya untuk mencapai target yang telah disepakati. Sebagai catatan, meskipun naik dari asumsi awal, target lifting minyak tahun depan masih di bawah target lifting 2018 yang mencapai 800 ribu bph.

“Kami menerima baik ketetapan ini. Angka (lifting minyak) sudah baik, dan harus ada upaya yang keras,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian ESDM dan Komisi VII juga menyepakati alokasi subsidi listrik untuk penyambungan listrik golongan 450 VoltAmpere sebesar Rp1,21 triliun pada tahun depan. Namun, total subsidi listrik tetap sama dengan yang diusulkan dalam RAPBN 2019, yakni Rp57,67 triliun.

Nantinya, pembahasan hasil kesepakatan Kementerian ESDM dan Komisi VII tersebut akan digulirkan di Rapat Badan Anggaran DPR.

“Kami terima dengan baik dan kami anjurkan sekiranya pimpinan berkenan untuk dapat melanjutkannya ke Badan Anggaran,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.

 

Berikut rincian asumsi dasar makro di sektor ESDM:

1. Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$70 per barel
2. Lifting migas: 2,025 ribu boepd, terdiri dari :
a. Lifting minyak: 775 ribu barel per hari.
b. Lifting gas: 1,250 juta boepd
3. Cost recovery: US$8-10 miliar
4. Volume BBM dan LPG bersubsidi: 15,11 juta kiloliter (kl), terdiri dari:
a. minyak tanah: 0,61 juta kl
b. minyak Solar: 14,50 jt kl
c. LPG 3 kg: 6.987 juta metrik ton
5. Subsidi tetap Solar: Rp 2000 per liter
6. Subsidi listrik: Rp 57,67 triliun, terdiri dari:
a. Subsidi tarif Rp 56,46 triliun
b. Subsidi penyambungan listrik golongan 450 VA: Rp1,21 triliun (sfr/lav)

 

Baca Juga :