Rifanfinancindo – Palembang – Jakarta Futures Exchange (JFX) bersama PT Kliring Berjangka Indonesia Persero (KBI) dan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sriwijaya (Unsri), Jumat (13/10).

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Kampus Bukit Besar Unsri, Palembang oleh
Rektor Unsri Palembang, Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE, Dirut JFX Stephanus Paulus Lumintang, Plt Dirut KBI Fajar Wibhiyadi dan Direktur Utama RFB Ovide Decroli.

Peresmian dan penandatanganan MoU FTLC Unsri-RFB ini disaksikan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan RI, Bachrul Chairi.

Wujud dari kerja sama ini ialah wadah edukasi Futures Trading Learning Center (FTLC) di Kampus Unsri. FLTC ini adalah pusat kegiatan pembelajaran dan pemahaman dini perihal industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) bagi kalangan sivitas akademika Unsri.

FTLC menyelenggarakan ragam kegiatan yang bersifat edukatif yang praktis, seperti kuliah umum, seminar/lokakarya, kompetisi online trading, kompetisi penulisan artikel tentang PBK, hingga proposisi subjek mata kuliah PBK ke dalam kurikulum kampus.

FTLC adalah salah satu bentuk perwujudan kepedulian dan tanggung jawab JFX dalam inisiatif edukasi dan sosialisasi PBK di Indonesia, yang sesuai dengan amanat UU No 10/2011 tentang PBK (amandemen dari UU No.32/1997).

Infrastruktur berupa ruangan untuk FTLC disediakan oleh pihak Unsri.. Sementara perangkat infrastruktur pendukung disediakan oleh RFB, termasuk sumbangan literatur berupa buku tentang perdagangan berjangka ditambah dengan kegiatan edukasi regular ke pos FTLC yang melansir sejumlah staf pengajar untuk menyampaikan informasi, trading knowledge, know-how serta best practices PBK bagi para sivitas akademika UNSRI.

Unsri merupakan kampus yang ke-20 di nusantara yang memiliki wadah FTLC. “Selanjutnya FTLC juga akan dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta di Surabaya, Jakarta dan Bali. Target JFX dan KBI sepanjang tahun 2017 adalah sebanyak 22 FTLC” ungkap Paulus Lumintang, Dirut JFX.

CBO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya mengatakan, pengenalan industri PBK juga di lingkungan kampus. Harapannya agar dunia pendidikan terutama mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang industri PBK.

“Sehingga banyak SDM dari kampus yang turut serta membesarkan industri ini. Semoga kurikulum khusus PBK bisa masuk di universitas Sriwijaya terutama fakultas ekonomi serta universitas lainnya,” ujarnya.

Sumber : Tribun

Rifanfinancindo