RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Proposal baru Yunani untuk kebijakan ekonomi dan pemotongan anggaran tampaknya telah mendekati syarat tuntutan kreditur, tapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah itu akan cukup untuk membuka paket bailout baru.

Proposal sebanyak 13 halaman tersebut berisi semua rencana yang disampaikan kepada kreditur zona euro Yunani dan Parlemen di Athena pada Kamis malam yang menentukan masa depan Yunani di dalam serikat mata uang Eropa. Menteri keuangan zona euro dan para pemimpin Eropa akan menilai proposal tersebut selama pertemuan yang dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu.

Proposal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan dan penyederhanaan sistem pajak penjualan Yunani harus menghasilkan pendapatan sekitar 1% dari produk domestik bruto per tahun. Sebuah usulan pemeriksaan dari sistem pensiun dimaksudkan untuk memberikan jumlah tabungan yang sama pada tahun depan. Kedua target tersebu sudah sejalan dengan tuntutan oleh kreditur Yunani. Namun, masih membutuhkan beberapa waktu lagi untuk menganalisis dan memeriksa proposal apakah target tersebut benar-benar sudah layak dan bisa disetujui.

Untuk meningkatkan pendapatan dari pajak pertambahan nilai, Yunani akan menaikkan pajak-pajak di restoran untuk tingkat maksimum sebesar 23% dan secara bertahap memberi potongan harga untuk pulau-pulau, selain dari pulau-pulau terpencil.

Pemerintah juga berjanji akan mulai merombak sistem pensiun pada bulan ini. Itu sudah termasuk menghilangkan pembayaran tambahan yang kontroversial untuk para pensiunan termiskin antara bulan Maret 2016 dan akhir tahun 2019.

Meskipun proposal tersebut masih termasuk peningkatan pajak perusahaan dari 26% ke 28%, tingkatan yang lebih tinggi tersebut telah diterima oleh kreditur dalam rencana sebelumnya. Proposal yang baru ini tidak lagi memiliki one-off tax pada perusahaan untuk tahun ini, dimana Dana Moneter Internasional (IMF) sebenarnya secara umum telah menolaknya.

Berbeda dengan dokumen sebelumnya yang sudah disampaikan kepada kreditur, proposal pada hari Kamis tersebut meliputi perbaikan sistem kolektif penawaran negara dan pemeriksaan untuk pasar produk tertentu, seperti obat-obatan.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/proposal-yunani-berpeluang-besar-disetujui-kreditur/