PT Rifan Financindo – JAKARTA – Saat membahas draf Nota Keuangan dan Postur Anggaran tahun 2017 dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dalam hal kebijakan belanja kementerian/lembaga (K/L) betul-betul fokus pada upaya melanjutkan dan memperkuat pelaksanaan program-program prioritas.

?Jangan lepas dari program-program prioritas yang telah kita rencanakan dan kita buat selama ini, seperti percepatan pembangun infrastruktur dan konektivitas layanan di bidang kesehatan, di bidang pendidikan serta upaya penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan efektivitas dan kualitas program perlindungan sosial yang telah kita buat,? kata Presiden menekankan seperti dilansir Setkab, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Untuk itu, Presiden meminta agar K/L mengutamakan pada belanja-belanja prioritas pembangunan yang betul-betul prioritas sesuai dengan prinsip money follow program.

Presiden juga menegaskan, bahwa pemerintah memang harus melakukan efisiensi pada program-program nonprioritas nasional, karena efisiensi disiagakan untuk belanja-belanja operasional dan belanja barang.

?Ini saya tekankan terus setiap kita menyiapkan perencanaan RAPBN agar belanja-belanja modal yang lebih diprioritaskan,? tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memerintahkan pimpinan kementerian/lembaga untuk dapat disiplin melaksanakan penghematan belanja.

?Saya sudah peringatkan ini berkali-kali coba dilihat satu persatu dilihat secara detail sampai satuan tiga, hal-hal yang tidak masuk akal dan kira-kira angkanya terlalu tinggi coret, ganti yang masuk logika,? pinta Presiden.

Sementara untuk urusan DAK (Dana Alokasi Khusus), Presiden menegaskan, semuanya harus detail harus bisa dipertanggungjawabkan, terutama yang berkaitan dengan DAK penugasan.

(dni, Rifan Financindo)

Sumber : Okezone