RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Laju ?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (23/12) ?diperkirakan bergerak cenderung mixed, dan berpotensi melemah. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5095-5150. ?Sementara untuk beberapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: BBRI, BBNI, KLBF, INDF, ASII, UNTR, WIKA, dan ADHI.

Dari dalam negeri, pemerintah akan mengarahkan pengelolaan keuangan negara dengan dasar defisit anggaran yang lebih sehat. Target defisit anggaran pemerintahan Joko Widodo diperkirakan akan lebih kecil dibandingkan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, pemerintahan Joko Widodo juga berencana memperbaiki defisit transaksi berjalan.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan kenaikannya dalam empat hari berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Avg menguat sebesar +0,87%, sedangkan indeks S&P500 naik sebesar +0,38%. Dari pasar saham Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini dibuka melemah. Indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) mengalami koreksi -0,18%. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. ?Harga minyak mentah WTI naik +0,36% ke level USD 55,46 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,47% ke posisi USD 1.174,30 per troy ounce.

IHSG ?pada perdagangan Senin 20 Desember ditutup melemah 0,37% pada level 5125. Sektor perkebunan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 357,8 miliar. Koreksi IHSG antara lain dipicu oleh profit taking setelah pekan lalu mengalami kenaikan.

Indeks di bursa Wall Street berlanjut ditutup menguat yang dipicu oleh penguatan pada saham sektor teknologi. Indeks Dow Jones dan S&P500 kembali ditutup pada level tertinggi, meskipun terjadi koreksi pada saham energi.

Penguatan indeks ini melanjutkan penguatan pada pekan lalu yang dipicu oleh penundaan kenaikan suku bunga oleh The Fed, reboundnya harga minyak mentah serta harapan akan stabilnya ekonomi Rusia setelah sebelumnya mengalami krisis keuangan akibat turunnya harga minyak mentah dan melemahnya mata uangnya.

Data existing home sales bulan November secara tak terduga mengalami penurunan pada level 4,93 juta dari bulan sebelumnya 5,25 juta, lebih rendah dari estimasi yang sebanyak 5,2 juta. Sementara itu harga minyak mentah kembali melemah setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi menyatakan bahwa OPEC tidak akan memangkas produksi minyak pada harga berapa pun.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-mixed-berpotensi-melemah/