RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Untuk perdagangan hari ini, Selasa (7/6) diperkirakan IHSG akan bergerak berfluktuasi menguat di kisaran 5.454-5.502, dengan pertimbangan RSI menguat meski SO menurun, MACD berpotongan?golden cross?dengan MO bergerak naik. ?William %R dan ROC juga bergerak naik, meski kemarin harga sempat dibuka gap bawah dan penguatan indeks kemarin diikuti dengan penurunan volume.

Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat, karena optimisme bahwa The Fed akan menahan lebih lama rencana kenaikan suku bunganya, setelah datanonfarm payrolls?yang dirilis pekan lalu menunjukkan kenaikan yang jauh lebih rendah dari estimasi dan bulan sebelumnya. Menambah indikasi akan perlambatan ekonomi, indeks ISM sektor jasa bulan Maret menunjukkan pelemahan pada level terendah selama tiga bulan terakhir.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup +0,43% atau +24 poin ke 5.480. Total nilai perdagangan saham pada penutupan sebelumnya sebanyak Rp 4,86 triliun, dengan nilai Rp ?3,53 triliun pada pasar reguler.? Foreign nett buy?pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp 465,59 miliar.

IHSG ?di tutup naik +23,63 (+0,43%) ke 5.480,03. Sementara indeks LQ-45 ditutup menguat +4,59 (+0,48%) 953,81. Transaksi kemarin relatif sepi dengan volume di bawah rata-rata, pasca libur panjang.?? Penyumbang kenaikan terbesar untuk IHSG, adalah sektor aneka industri, sektor industri dasar, sektor manufaktur, dan sektor keuangan. Saham BBCA 15,175 +375 (+2,53%) menjadi saham penyumbang kenaikan terbesar IHSG.

Pergerakan IHSG ?diperkirakan ?di kisaran 5.444?5.524. ?Di mana probabilitas IHSG pada hari ini akan menguat, serta mulai kembali ramai setelah masa liburan panjang berakhir. Beberapa sektor yang dapat menjadi acuan transaksi untuk hari ini adalah sektor keuangan (khususnya bank-bank besar), sektor perdagangan dan sektor properti (selektif).

Indeks ISM sektor jasa turun pada level 56,5 dari 56,9 dan di bawah estimasi yang berada pada level 56,9. Data ekonomi yang melemah juga mengurangi kecemasan akan berlanjutnya penguatan dolar AS yang telah menimbulkan kekhawatiran terhadap penurunan laba perusahaan yang memiliki eksposur internasional.? The Fed New York menyatakan, laju kenaikan suku bunga diperkirakan akan cenderung lambat, setelah The Fed mulai mengencangkan kebijakan moneternya.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-fluktuatif-cenderung-menguat-2/