RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Untuk perdagangan awal pekan ini, Senin (20/4) IHSG diperkirakan bergerak cenderung?mixed, cenderung melemah ?IHSG diperkirakan akan berada di kisaran level 5.387-5.460.? ?dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain INAF, TAXI, MIKA, PGAS, ?dan SILO. ?IHSG ?pada perdagangan Jumat (17/4) ?ditutup melemah 0,18% pada level 5.410. Sektor properti konstruksi mengalami koreksi terbesar. Investor asing net sell Rp 576,9 miliar.?? Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah, akibat kekhawatiran akan regulasi perdagangan baru di China, masalah keuangan Yunani, serta laba emiten AS.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa antara lain: ?LPPF, CPIN, SCMA, TBIG, dan BBNI, ?di mana asing tercatat melakukan?net sell?di pasar reguler sebesar Rp 415,3 miliar, dengan saham-saham yang banyak dijual asing antara lain BBCA, TLKM, BBNI, BBRI, dan LPKR.?? Secara teknikal, indeks turun dan tutup di bawah MA5-nya dengan MA (5,50) deathcross. Stochastic, RSI dan MACD negatif.

Otoritas di China memperingatkan investor karena indeks saham telah menguat pada level tertinggi selama tujuh tahun terakhir. Selain itu, otoritas di China juga mengizinkan MI untuk meminjam saham guna melakukan transaksi short selling, serta menambah jumlah saham short selling bagi investor. Hal tersebut mendorong tekanan jual pada indeks bursa global.

Di sisi lain, data inflasi bulan Maret naik 0,2%, mengikuti kenaikan bulan sebelumnya sebesar 0,2%. Mich Sentiment bulan April naik pada level 95,9 dari 93, dan lebih baik dari estimasi 94. Indeks leading indicators bulan Maret naik 0,2%, setelah bulan sebelumnya naik 0,1%. Pekan ini pasar kembali mencermati earning season. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini di antaranya FHFA housing price index, existing home sales, new home sales, dan durable orders.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-bergerak-mixed-cenderung-melemah-22/