RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pada pekan ini, pasar akan kembali mencermati data ekonomi untuk mencari indikasi lebih lanjut mengenai kapan The Fed akan naikkan bunga. Data ekonomi yang akan dirilis pekan ini diantaranya wholesale inventories, retail sales, business inventories, PPI dan Mich Sentiment.?? Untuk IHSG ?hari diperkirakan bergerak?mixed, cenderung kondolidasi. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5.462-5.530.

Dari domestik, langkah Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari lalu yang memotong tingkat bunga 25 bps menjadi 7,%, bergabung dengan kebijakan pelonggaran moneter bank sentral dunia lainnya, ikut mengangkat sentimen positif pasar saham, meskipun berdampak negatif terhadap pergerakan rupiah atas dolar AS.

Pergerakan IHSG akhir pekan lalu berhasil menembus level psikologis 5.500, tutup di 5,514,787 (1,2%). Ini merupakan level tertinggi indeks sepanjang sejarah. Derasnya dana asing yang masuk ke pasar saham menjadi pendorong utama penguatan IHSG sejak Februari lalu.? Sepekan terakhir, IHSG melanjutkan tren bullish menguat 1,2%. Ini merupakan penguatan dalam lima pekan berturut-turut. Sedangkan rupiah atas dolar AS melemah hampir 1% di Rp 12.983/USD.

Sentimen yang mendorong derasnya dana asing yang masuk dari eksternal adalah, banjirnya likuiditas global setelah ECB (bank sentral Eropa) pada pertemuannya pekan lalu memutuskan dimulainya program stimulus,?bond-buying?program, mulai Senin ini (9/3), dengan nilai sebesar 60 miliar euro, atau US$ 68 miliar tiap bulan, hingga September 2016.

Sementara Wall Street akhir pekan lalu dilanda aksi ambil untung, setelah pasar merespons berita positif data tenaga kerja AS dengan kekhawatiran percepatan kenaikan tingkat bunga The Fed.? Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 1,54% dan 1,42% tutup di 17.856,78 dan 2.071,26. Selama sepekan, indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 1,5% dan 1,6%.

Data tenaga kerja Februari lalu di AS menunjukkan penambahan sebesar 295 ribu, di atas perkiraan 240 ribu, dan Januari 257 ribu. Ini membuat angka pengangguran di AS Februari lalu turun ke 5,5% dari 5,7% bulan sebelumnya.

Melanjutkan perdagangan awal pekan kedua Maret ini, peluang penguatan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung setelah kondisi pasar global ditandai dengan koreksi akhir pekan lalu, yang mengkhawatirkan kenaikan tingkat bunga The Fed lebih cepat dari perkiraan.?? Perkembangan positif perekonomian AS akan mendorong dolar AS terus menguat, dan membuat rupiah rawan pelemahan lanjutan. IHSG akan bergerak dengan support di 5.475 dan resisten di 5.525 rawan koreksi.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pre-opening-ihsg-diperkirakan-bergerak-mixed-cenderung-konsolidasi-2/