RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Melambatnya bursa dunia belum dapat memperbaiki sentimen menjelang libur panjang akhir minggu. IHSG mengalami tekanan dipicu oleh cukup tingginya sentimen jual asing. Tren yang sudah?oversold?diharapkan dapat membatasi pelemahan ini.?? Diperkirakan IHSG masih akan berada di area negatif ?hari ini.

Meski ?tekanan jual pada bursa saham Indonesia masih kat, namun hari ini ?IHSG berpotensi?rebound. Investor mulai mengakumulasi saham-saham yang turun signifikan. Secara teknikal, IHSG membentuk?candle menyerupai?hanging man?diikuti dengan?selling?volume yang meningkat. Indikator MACD dan indikator stochastic oscillator berada pada area?oversold. Diperkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5.020 dan resistance 5.210.

Pada perdagangan Rabu (29/4) IHSG?ditutup turun tajam di 5.105,56, melemah -136,59 poin (-2,61%). Untuk indeks unggulan LQ-45 ditutup turun -31,36 poin (-3,45%) ke 877,29.? IHSG telah melewati garis support jangka panjang 5.250, dan telah melewati garis MA 200 hari (di kisaran 5.200). Support MA 200 yang kami estimasi akan cukup kuat menahan penurunan, dan kami estimasi akan terjadi technical rebound, pada akhirnya tetap ditembus dengan volume yang signifikan.

Panic selling?yang terjadi pada bursa saham domestik, seiring dengan investor asing yang telah mencatatkan?net sell?sebesar Rp 6,94 triliun dalam enam hari terakhir. Investor asing melihat belum maksimalnya belanja infrastruktur Pemerintah menjadi faktor penting perlambatan ekonomi nasional.? Investor melakukan antisipasi terhadap data pertumbuhan ekonomi yang akan rilis pada pekan depan. Seluruh sektor mengalami pelemahan signifikan dengan sektor barang konsumsi yang memimpin pelemahan sebesar 3,79%.

Turunnya IHSG di bawah MA 200 memberikan arti bahwa secara tren kita sudah memasuki fase down trend/bearish jangka menengah-panjang.? Baik IHSG maupun hampir semua saham khususnya indeks mover, sudah dalam kondisi yang sangat?oversold. Oleh karena, itu probabilitas terjadinya technical rebound?cukup besar. Jika pun terjadi penurunan, maka penurunan sudah relatif terbatas.

Di sisi lain, ?indeks di bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup melemah, di mana Indeks Dow Jones turun 0,41% ke level 18.035,53, Indeks S&P mengalami pelemahan 0,37% menjadi 2.106,85 serta Indeks Nasdaq melemah 0,63% menjadi 5.023,64. Pelemahan seiring dengan rilisnya data pending home sales yang mengalami penurunan pertumbuhan dari 3,6% menjadi 1,1%.?? Investor mencermati pernyataan The Fed yang memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan masih terbuka peluang dalam beberapa bulan mendatang, meskipun belum dapat dipastikan kapan waktunya.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/pre-opening-dekati-oversold-tekanan-pada-ihsg-diperkirakan-berkurang/