PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT PLN (Persero) menyebutkan, usulan pengubahan formulasi tarif listrik yang saat ini diterapkan memang sudah seharusnya dilakukan. Pasalnya, formulasi yang diimplementasikan saat ini ada beberapa pokok yang tidak lagi mempengaruhi.

Direktur Perencanaan PLN Nicke Widyawati mengatakan, dalam formulasi tarif listrik yang saat ini diimplementasikan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap dihitung. Padahal porsi BBM saat ini hanya 6,7 persen dari total.

“Kemarin itu usulan saja, karena kan fuel mix-nya sudah sangat berubah,” kata Nicke di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

?[Baca juga: Penyediaan Listrik Malaysia 4 Kali Lebih Besar dari Indonesia]

Nicke menyebutkan, kewenangan pengubahan formulasi tarif listri sepenuhnya menjadi wewenang Kementerian ESDM. “Kita hanya kasih masukan saja. Jadi kita hanya bilang kita usul, kalau formulanya meng-consider fuel mix bukan hanya BBM. Itu saja,” tambahnya.

Menurut Nicke, penerapan tarif listrik nasional juga mempertimbangkan porsi batubara sebagai bahan baku listrik yang mulai banyak digunakan di pembangkit-pembangkit listrik nasional. “Makanya kalau harganya dari BBM kan jadi kurang. Itu saja sih,” kata dia.

Oleh karena itu, sambung Nicke, jikausulan pengubahan formulasi tarif listrik disepakati oleh Kementerian ESDM, dipastikan harga atau tarif listrik menjadi lebih relevan. “Karena sebagian banyak batubara, mengikuti harga batu bara,” imbuhnya.

Meski demikian, kata Nicke, pihak PLN hanya bisa mengusulkan atau memberikan masukan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM. “Karena itu wewenang ESDM. Kalau usulan kita ada persentase-persentasenya kan,” tukasnya.

(rai)

Sumber : Okezone