JAKARTA – Kontrak mesin pembangkit milik American Power Rent (APR) sebesar 2×10 megawatt (mw) yang terletak di Idanoi dan Moawo, akan berakhir pada tanggal 11 Juni mendatang. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Nias yang tak ingin terulangnya krisis listrik yang pernah terjadi selama 12 hari pada awal April 2016.

Lantas, bagiamana nasib Nias setelah kontrak ini habis?

Direktur Bisnis Regional Papua-Maluku PLN, Haryanto WS, mengungkapkan, saat ini PLN telah bersiap untuk mengantisipasi hengkangnya ATR sebagai pemasok listrik bagi kepulauan Nias. Saat ini, PLN telah menyiapkan mesin dengan total kapasitas 24 mw yang tersebar di Pulau Nias.

“Sudah ada pengganti APR. Sudah ada alternatif lain sekitar 24 mw,” ujarnya di kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

(Baca Juga: PLN Tak Khawatirkan APR Energy Cabut Listrik Nias)

Selain itu, saat ini PLN juga tengah membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan kapasitas 20 mw. PLTG ini ditargetkan rampung akhir Desember mendatang.

“Saat ini ada PLTG 20 mw yang enam bulan lagi kita yakin selesai,” jelasnya.

Dengan begitu, PLN pun menjamin Kepulauan Nias tidak lagi mengalami krisis listrik. Masyarakat Nias pun tidak perlu khawatir dengan terulangnya krisis listrik seperti yang terjadi pada awal April lalu.

“Saya tegaskan di Nias tidak ada lagi pemadaman. Kami jamin,” tukasnya.

(dni)

Sumber : Okezone