INDRALAYA – Penjualan timun suri baik di pasar tradisional maupun di rumah-rumah warga mulai menjamur saat ini. Sejumlah petani timun suri di OI menuai berkah di bulan Ramadan tahun ini, lantaran memasuki masa panen sejak dua bulan terakhir.

Salah satu petani Muya, 60, warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya mengaku sudah sejak beberapa tahun terakhir dia menanam timun suri dan memasuki Ramadan sudah menuai hasilnya. ?Saya bersama dengan yang lain menanam di atas lahan seluas satu hektare. Untuk satu hektare cukup menanam hingga 2.000 rumpun timun suri dan menghasilkan hingga 4,2 ton timun suri,?kata Muya, kemarin.

Menurut dia, para petani sengaja menanam saat musim kemarau tiba pasca-menunggu jenis tanaman lainnya yang ditanam seperti padi, jeruk nipis, dan lainnya. Dia mengaku semua timun suri yang dihasilkan ini dijual ke para pedagang di pasar tradisional dan sebagiannya lagi dijual di depan rumahnya. ?Kita jual dengan harga Rp3.000 /kilogram.

Memang timun suri ini menjadi buah musiman, terutama dibutuhkan saat Ramadan karena mengandung vitamin C. Jika dikalkulasikan, dari total penjualan hingga lebih dari Rp10 juta,?ujarnya.

Dia melanjutkan, uang yang diperoleh dari hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalaupun ada lebihnya digunakan untuk membeli pakaian dan lainnya. ?Jika musim berakhir, kami melanjutkan menanam tanaman lain.

Kalaupun sudah masuk panen, kami juga biasanya memanen padi di sawah dengan sistem bagi hasil dengan pemilik lahan,? katanya. Sementara itu, salah satu pedagang Irma mengatakan, dia sengaja datang ke petani langsung untuk membeli timun suri. Di tingkat petani harga jual jauh lebih murah ketimbang mengambil di tempat lain. Rifan Financindo Berjangka

(rai)

Sumber : Okezone