PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Pertamina (Persero) meminta Total E&P Indonesie untuk mengizinkan perseroan mulai berinvestasi di Blok Mahakam tahun depan. Pasalnya, selama dua tahun belakangan Total selaku operator perlahan telah mulai menurunkan investasinya di blok migas tersebut.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, sesuai ketentuan perseroan memang baru boleh mulai berinvestasi di Blok Mahakam pada 2018. Namun, menurunnya investasi total di Blok Mahakam membuat Pertamina khawatir hal tersebut akan mengancam produksi migas di Blok tersebut pada 2018.

“Kami siap-siap. Apa yang kita usahakan agar Pertamina bisa berinvestasi lebih dulu ditahun 2017, jadi 2018 penurunnya bisa kita tekan,” katanya di Pullman Hotel, Jakarta.

?[Baca juga: Pertamina Dinilai Bisa Kelola Blok Mahakam Secara Mandiri]

Mantan Dirut Semen Indonesia ini mengakui, pihaknya tidak memiliki hak apapun terkait investasi di Blok Mahakam sebelum 2018. Karena itu, perseroan akan menunggu itikad baik dari Total untuk memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk menyiapkan investasi.

“Kita tidak punya hak untuk itu, karena dalam perjanjiannya baru awal 2018 bisa masuk. Ini adalah kendala dalam proses alih kelola mahakam ini,” imbuh dia.

Saat ini, Dwi mengaku tengah membicarakan persoalan tersebut dengan tim transisi Blok Mahakam. Setidaknya, perseroan perlu menanamkan investasi di Blok Mahakam senilai USD2,5 miliar agar pada 2018 hasil produksi di Blok tersebut tidak menurun.

“?Kalau dalam perjalanan normal itu tiap tahun butuh USD2,5 miliar ya. Kita lihat historisnya masa-masa yang lalu di Mahakam. Kita lihat ini masih dalam pembicaraan,” tandasnya.

(wdi)

Sumber : Okezone