PT Rifan Financindo – JAKARTA – PT Pertamina terus melakukan evaluasi akuisisi terhadap sejumlah blok migas asing, untuk memperkuat cadangan minyak nasional. Saat ini akuisisi difokuskan kepada sejumlah negara di Afrika, Rusia, dan Timur Tengah, seperti Irak dan Iran.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menjelaskan, total produksi masing-masing blok migas diharapkan bisa mencapai 30-35 ribu barrel. “Tetapi apakah kita akan ambil semua? Itu tergantung dari Direktur Keuangan Pertamina,” ujarnya di Hotel Mandarin belum lama ini.

(Baca Juga: Pertamina Kantongi USD2 Miliar untuk Akuisisi Blok Migas di 2016)

Jika bicara jangka panjang hingga 2020, menurut Syamsu, maka untuk menutupi kebutuhan akuisisi seluruh negara tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kalau kita ingin mencaplok itu, ya bertahap. Ini dilakukan untuk membantu cadangan migas Indonesia, angkanya besar sekali kira-kira di atas USD100 miliar,” ujar Syamsu.

(mrt)

Sumber : Okezone

Pertamina Kantongi USD2 Miliar untuk Akuisisi Blok Migas di 2016

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Hingga saat ini PT Pertamina (Persero) terus mengincar sejumlah blok migas, baik di dalam maupun luar negeri. Dana yang dipersiapkan untuk tahun ini pun cukup fantastis.

“Task spend tahun ini sekira USD2 miliar,” ujar Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, di Hotel Mandarin belum lama ini.

Ada sejumlah wilayah yang sudah diincar oleh Pertamina, di antaranya Afrika, Asia barat, Iran dan Irak. Namun tentunya tidak bisa diakuisisi semua pada tahun ini.

“Untuk mengakuisisi sangat bisa. Tetapi ada prioritas untuk tahun ini. Hanya saja tidak akan bisa close deal di 2015,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada 2015 PT Pertamina (Persero) membukukan laba sebesar USD1,42 miliar atau Rp19,02 triliun (nilai tukar rupiah Rp13.400 per USD). Dari laba tersebut, sebesar Rp6,8 triliun akan disetorkan ke pemerintah sebagai setoran dividen.

Laba perseroan diperoleh dengan upaya meningkatkan kinerja operasi dari unit-unit bisnis dan anak perusahaan di tengah pelemahan harga minyak. Hasilnya, Pertamina dapat meraih laba bersih USD1,42 miliar atau turun tipis dari pencapaian tahun 2014 sebesar USD1,45 miliar.

Produksi hulu migas Pertamina naik 11 persen dari 548,5 ribu barel setara minyak per hari menjadi 606,7 ribu barel per hari, di mana produksi gas menyumbang pertumbuhan yang signifikan yaitu 18 persen dari semula 1.61 BSCFD menjadi 1.90 BSCFD. Produksi panas bumi juga meningkat 8 persen menjadi 3.056,82 Gwh setara listrik.

(mrt)

Sumber : Okezone