Rifan Financindo – PALEMBANG – Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Penguatan terjadi karena para investor mempertimbangkan pernyataan terakhir dari pejabat penting Federal Reserve.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan, inflasi bank sentral akan meningkat karena kenaikan upah dan seiring dengan berlanjutnya perbaikan di pasar tenaga kerja. Kata-kata Dudley datang dalam waktu kurang dari seminggu setelah Fed menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya sejak Desember 2015, dan mengumumkan sebuah rencana untuk mulai memangkas neraca keuangannya.

Beberapa analis percaya bahwa pernyataan Dudley meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut selama sisa waktu tahun ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,38% menjadi 97,532 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1151 dari USD1,1195 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2732 dari USD1,2782 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke USD0,7596 dari USD0,7626.

Dolar AS dibeli 111,48 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,83 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9754 franc Swiss dari 0,9736 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,3223 dolar Kanada dari 1,3217 dolar Kanada.

(kmj)

Sumber : Okezone

Dibuka Lesu, Rupiah Bertahan di Rp13.286/USD

Rifan Financindo – PALEMBANG – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menurun. Rupiah sedikit lesu ke level Rp13.200-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah atau 0,03% ke Rp13.286 per USD. Pada perdagangan hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.281-Rp13.304 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, Rupiah menguat mengikuti mayoritas kurs di Asia pada perdagangan Senin. Aliran dana asing ke pasar SUN masih jadi penopang utama di tengah meningkatnya permintaan barang impor jelang Lebaran.

“Optimisme pertumbuhan bertambah setelah pemerintah tingkatkan belanja di APBN-P 2017. Penguatan rupiah berpeluang sediki tertahan pada hari ini,” ujar Rangga dalam risetnya.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 3 poin atau 0,02% menjadi Rp13.291 per USD. Hari ini, pergerakan Rupiah berada di rentang Rp13.279 per USD hingga Rp13.307 per USD.

(rzy)

Sumber : Okezone