PT Rifan Financindo – Palembang – Pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2017 terbilang cukup kondusif. Bahkan pertumbuhannya dinilai lebih baik di antara negara berkembang lainnya. Ekonomi RI berada di level 5,06 pada kuartal III 2017.

Selain itu, Berdasarkan survei the United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)‎ 2017, Indonesia meraih kenaikan sebesar empat peringkat menjadi posisi ke-4 sebagai negara tujuan investasi.

Indonesia juga mendapat pengakuan dari pemeringkat dunia seperti Standard and Poor, Moody’s dan Fitch menjadi layak investasi. Hal ini merupakan yang pertama dalam 20 tahun terakhir bahwa Indonesia berpredikat layak investasi.

Perbaikan ekonomi yang didukung dengan kelayakan investasi mampu mendorong penguatan Rupiah sepanjang 2017. Meski demikian, di awal tahun para pengamat memprediksi Rupiah sepanjang 2017 akan tertekan.

Sejumlah sentimen dari luar seperti efek terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, serta pelemahan ekonomi China yang mempengaruhi nilai ekspor juga membuat kekhawatiran terhadap Rupiah. Terbaru, masuknya Bitcoin yang mulai masuk future exchange.

Namun, Rupiah bertahan dari gempuran sentimen negatif sepanjang 2017. Hingga saat ini, Rupiah bergerak di level Rp13.500 per USD. Jika melihat pergerakannya pada akhir 2016, seperti dilansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah ditutup di level Rp13.473 per USD.

Berikut ini lika-liku Rupiah vs Dolar AS sepanjang 2017, seperti dirangkum Okezone.

• Mata uang Rupiah sepanjang Januari 2017 bergerak stabil di level Rp13.300 per USD. Rupiah sempat berada di level 13.281 per USD namun kembali melemah ke level 13.300. Rupiah juga sempat menyentuh level Rp13.410 per USD, namun kembali menguat ke level Rp13.371 per USD.

• Tak berbeda dengan pergerakan di Januari, Rupiah masih stabil di level Rp13.300 per USD. Akhir Februari Rupiah berhasil menguat ke Rp13.338 per USD. Pergerakan Rupiah pada Maret juga masih stabil di Rp13.300 per USD, di akhir bulan Rupiah berada di level Rp13.322 per USD.

• Rupiah sepanjang April juga stabil di level Rp13.300 per USD. Akhir bulan, Rupiah berada di level Rp13.329 per USD. Rupiah di Mei juga masih parkir di level Rp13.300 hingga akhir bulan di level Rp13.323 per USD.

• Puasa dan menjelang Lebaran tampaknya pergerakan Rupiah belum juga berubah, mata Uang Garuda sempat bertahan di level Rp13.200 per USD. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan nilai tukar Rupiah sepanjang Juni 2017 yang berhasil terapresiasi terhadap dolar AS. Rupiah terapresiasi 0,21% terhadap dolar AS dengan nilai tukar Rp13.278,69 per USD.

• Mata uang Rupiah sepanjang Juli 2017 masih berada di level Rp13.300 per USD. Meski di awal berada di level Rp13.400 per USD, namun di akhir bulan berada di level Rp13.300 per USD. Rupiah sepanjang Agustus juga masih betah di level Rp13.300 per USD, di akhir bulan Rupiah berada di level Rp13.342 per USD.

• Selama September 2017 dan tercatat Rupiah terdepresiasi 0,23% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi Rp13.352 per USD. Level terendah rata-rata kurs nasional terhadap USD sebesar Rp13.352 ini terjadi pada minggu ke empat September 2017.

• Sepanjang Oktober, Rupiah keok melawan dolar AS, bahkan menembus level Rp13.600 per USD. Dibanding pelemahan mata uang regional lainnya seperti Singapura, Rupiah lebih terjun bebas. Bank Indonesia (BI) menjelaskan nilai tukar Rupiah sempat berada di posisi Rp13.600 per USD disebabkan oleh imbas daripada rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika The Fed.

• Pergerakan Rupiah sepanjang November berada di level Rp13.500 per USD. Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di akhir bulan melemah 4 poin atau 0,03% menjadi Rp13.527 per USD. Meski pamor dolar memudar setelah munculnya Bitcoin yang masuk future exchange, namun Rupiah hingga bulan di akhir tahun ini berada di Rp13.546 per USD.

(rzk)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo