PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah perselisihan tentang pengurangan produksi di antara anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak).

OPEC pada bulan lalu telah sepakat untuk mengurangi produksi minyak mereka menjadi 32,5 juta barel per hari dari tingkat saat ini 33,24 juta barel per hari guna meningkatkan pasar.

Kelompok ini akan menyepakati tingkat konkret dari produksi minyak untuk masing-masing negara pada pertemuan resmi berikutnya di Wina pada November.

Menteri Perminyakan Irak Jabar Ali al-Luaibi mengatakan pada Minggu bahwa negaranya, produsen terbesar kedua di OPEC, ingin dibebaskan dari pemotongan produksi karena membutuhkan lebih banyak uang untuk memerangi militan ISIS.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember kehilangan USD0,56 menjadi menetap di USD49,96 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun USD0,67 menjadi ditutup pada USD50,79 per barel di London ICE Futures Exchange.

(rzy)

Sumber : Okezone

 

Dolar Melemah Usai Data Ekonomi AS Mengecewakan

PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah data ekonomi yang keluar dari negara itu di bawah ekspektasi.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board menurun dari 103,5 pada September menjadi 98,6 pada Oktober, gagal memenuhi konsensus pasar 101, menurut The Conference Board, Selasa.

Namun demikian, pernyataan “hawkish” terbaru dari pejabat Federal Reserve AS telah mendukung spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga utama pada akhir tahun.

Presiden Fed San Francisco John Williams mengatakan pada Jumat bahwa “masuk akal untuk kembali ke laju kenaikan suku bunga bertahap, sebaiknya lebih cepat”.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve New York William Dudley mengatakan pada Rabu lalu bahwa ia mengharapkan The Fed untuk menaikkan suku pada akhir tahun ini, menambahkan bahwa perkiraan itu bergantung pada keberadaan perekonomian tinggal di lintasan saat ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0901 dolar AS dari 1,0876 dolar AS, dan pound Inggris merosot ke 1,2190 dolar AS dari 1,2215 dolar AS. Dolar Australia naik menjadi 0,7649 dolar AS dari 0,7601 dolar AS.

Dolar AS dibeli 104,23 yen Jepang, lebih rendah dari 104,27 yen di sesi sebelumnya. Dolar turun tipis menjadi 0,9937 franc Swiss dari 0,9942 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,3328 dolar Kanada dari 1,3378 dolar Kanada.

(rzy)

Sumber : Okezone