RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emiten farmasi milik negara, ?PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengusulkan rasio dividen untuk tahun buku 2014 sebesar 25%. Rasio itu sama seperti tahun buku 2013. Sementara itu, BUMN farmasi lainnya, PT Indofarma Tbk (INAF) tidak akan membagikan dividen tahun ini, karena tahun lalu masih rugi. Hal ini mengingat besarnya kebutuhan ekspansi perseroan tahun ini.? Demikian disampaikan Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman, Kamis (12/3), ?di Jakarta.

Menurut ?laporan keuangan 2014, perseroan sebenarnya mencatatkan kenaikan laba bersih 9,69% menjadi sebesar Rp 234,62 miliar. Naiknya perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan per tumbuhan penjualan 2014 sebesar 3,9% menjadi Rp 4,52 triliun, dibandingkan setahun sebelumnya sebesar Rp 4,35 triliun.

Untuk tahun buku 2014, perseroan ?telah membagikan dividen sebesar Rp 53,63 miliar atau Rp 9,65 per saham. Rasio pembagian dividen tersebut sebesar 25% dari laba bersih 2013 yang mencapai Rp 214,54 miliar. Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 590 miliar. Sumber pendanaan berasal dari kas internal maupun eksternal seperti pinjaman dari perbankan.

Sebagai informasi, ?perseroan telah memulai proses pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sesuai rencana, pabrik tersebut akan siap beroperasi pada semester II-2016.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/penjualan-tumbuh-laba-bersih-kimia-farma-naik-rp-969/