PT Rifan Financindo – JAKARTA – Berdasarkan survei monitoring harga produsen gabah selama Agustus 2016 terhadap 1.716 observasi transaksi penjualan gabah di 24 provinsi terpilih. Didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 66,14 persen, gabah kualitas rendah (GKR) 26,87 persen, dan gabah kering giling (GKG) 6,99 persen.

“Harga GKP di petani pada Agustus 2016 itu sebesar Rp4.480 per kg dan di penggilingan Rp4.564 per kg atau naik 2,37 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama Juni 2016,”ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Selain itu, lanjut Sasmito, untuk rata-rata gabah kering giling (GKG) di petani sebesar Rp5.405 per kg atau naik 0,46 persen dan di penggilingan Rp5.514 per kg atau naik 0,75 persen . Harga gabah kualitas rendah di petani Rp3.997 per kg atau naik 4,34 persen dan di penggilingan Rp4.088 per kg atau naik 4,50 persen.

“Selama periode Juli 2015 hingga Juli 2016, rata-rata harga tertinggi di tingkat petani untuk GKP dan GKR turun masing-masing 2,50 persen dan 6,09 persen, sedangkan GKG naik 2,99 persen,”ujarnya.

BPS juga merilis pada Agustus 2016 rata-rata harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.367 per kg turun sebesar 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di tinggkat penggilingan sebesar Rp8.901 per kg tutun sebesar 0,35 persen. Sedangkan rata-rata harga beras berkualitas rendah di tingkat penggilingan sebesar Rp8.502 per kg atau turun sebesar 0,65 persen.

“Semua harga di tingkat penggilingan, baik premium dan medium, mengalami kenaikan harga, masing-masing sebesar 2,63 persen dan 1,83 persen, sedangkan kualitas rendah turun sebesar 2,56 persen,” ujarnya.

(rzy)

Sumber : Okezone