PT Rifan Financindo – JAKARTA – Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak mengungkapkan, hadirnya Google di Indonesia selama ini terbebas dari pungutan pajak. Sebab hadirnya Google di Indonesia tidak berbentuk Badan Usaha Tetap (BUT).

Menanggapi hal itu Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan meminta Ditjen Pajak terus mengejar pertanggungjawaban Google terkait pajak. Sebab tidak adil jika Ditjen Pajak hanya mengejar pengusaha nasional.

“Dari dulu pengusaha kita diudak-udak. Pengusaha dunia maya (Google) tidak diudak-udak,” tuturnya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Johnny meminta Ditjen pajak untuk mengusut tuntas tanggungan pajak yang belum dibayarkan Google. Dirinya mengimbau agar Ditjen Pajak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait berapa besaran sesungguhnya keuntungan yang diperoleh Google di Indonesia.

“Panggil saja, kamu (Google) punya apa. Dengan begitu secara hukum sudah bisa legal binding. Harus dikejar terus,” imbuhnya.

Menurut Johnny, Goggle sudah cukup besar mengeruk keuntungan di Indonesia. Sebab Indonesia memiliki basis konsumer yang besar.

“Indonesia itu punya penduduk 240 juta, anggap saja 150 juta itu bisa dimanfaatkan. Mereka masuk ke Indonesia manfaatkan populasi yang banyak,” pungkasnya.

(dni)

Sumber : Okezone